Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Banyak Pohon Ficus Jadi Daya Tarik Pengunjung di Sumber Complang Kandat Kediri

Ayu Ismawati • Rabu, 31 Januari 2024 | 17:05 WIB
Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri - Memasuki kawasan Sumber Complang, suasana rindang langsung menyambut pengunjung. Jajaran pohon ficus berukuran besar dengan daun-daunnya, bagaikan kanopi yang memayungi kawasan itu. Hingga menjadi daya tarik mata air yang dikembangkan jadi objek wisata itu.

Warga setempat menyebut mata air ini dengan sebutan Sumber Complang. Lokasinya berada di tengah area persawahan Desa Purworejo, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri.

Untuk menuju ke sana terbilang mudah. Meski berada di tengah persawahan, aksesnya bisa dilalui dengan mudah. Baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Sesampainya di sana, jajaran warung-warung menyambut lebih dulu di dekat pintu masuk sumber. Mata air itu memang tengah dikembangkan sebagai objek wisata oleh pemerintah desa. Tidak hanya banyak warung yang menjajakan beragam makanan dan minuman. Di sana juga dibangun kolam renang sebagai salah satu atraksi wisata.

“Kebanyakan yang ke sini ya paling tujuannya hanya ngadem. Karena mungkin senang di sini banyak pohon-pohonnya. Rindang,” ujar Sunarsih, 51, warga setempat.

Pohon trembesi dan beringin banyak yang tumbuh besar di sana. Di kawasan seluas lebih kurang satu hektare itu, hampir seluruhnya rindang. Selain vegetasinya yang menjadi daya tarik, sumbernya banyak dimanfaatkan oleh para pemancing. Banyak orang sering ke sana untuk sekadar memancing ikan wader, nila, hingga kutuk.

Untuk memancing, warga tidak dipungut biaya. Siapa saja boleh. Karena yang di sana memang ikan asli sumber. Bukan benih ikan yang disebar. “Kalau ikan hasil budidaya ada sendiri di kolam terpisah. Kalau di sana bayar,” ucapnya.

Tak ayal, kawasan mata air ini pun tak pernah sepi. Banyaknya pengunjung itu bisa jadi berkah sekaligus tantangan. Khususnya dalam hal mengelola sampah dan kelestarian mata air yang jadi pekerjaan rumah di sana.

“Yang bersih-bersih di sini ya pedagangnya sendiri. Karena nggak ada petugas yang setiap hari rutin mengelola atau bersih-bersih di sini,” pungkas Sunarsih.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#wisata kediri #kediri raya #sumber mata air