KEDIRI, JP Radar Kediri–Kasus kejahatan keuangan yang menjerat masyarakat kian marak. Belum lama ini, ratusan orang di Kediri Raya jadi korban investasi bodong Sugih Berkah Trade (SBT). Termasuk di antaranya para pedagang dan pelaku UMKM. Tak tanggung-tanggung, dampak kerugiannya mencapai puluhan miliar rupiah.
Kurangnya literasi keuangan, disinyalir jadi penyebab penipuan berkedok layanan jasa keuangan masih marak. Hari ini, ratusan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) –khususnya pedagang pasar—akan mengikuti seminar forum literasi yang diselenggarakan oleh Jawa Pos dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
CEO Jawa Pos Media Leak Kustiyo menyebut, Jawa Pos sangat antusias membangun budaya masyarakat yang literatif bersama Otoritas Jasa Keuangan dan pemerintah daerah. “Terutama dalam hal keuangan,” katanya.
Wakil Direktur Jawa Pos Dyah Shianti Dewi menambahkan, acara di Uniska hari ini merupakan inisiasi Jawa Pos untuk mendorong penetrasi literasi keuangan di tengah masyarakat. Yakni, agar berimbang dengan inklusi keuangan yang sudah ada di masyarakat.
Baca Juga: Tim PKM UNP Kediri Ciptakan Kamus Bahasa Isyarat Matematika, Mudahkan Numerasi Siswa Tunarungu
Dyah menjelaskan, kegiatan ini juga bertujuan untuk mendukung program OJK dalam meningkatkan indeks literasi nasional. BRI Insurance turut digandeng sebagai mitra untuk menyampaikan pentingnya asuransi bagi usaha dan pelaku usaha.
“Tujuannya agar teman-teman peserta bisa semakin paham semua produk keuangan yang berguna untuk bisnisnya atau untuk perlindungan diri. Salah satunya asuransi. Dan kami turun ke daerah agar literasi keuangan bisa merata di semua daerah,” lanjut Dyah.
Adapun Kediri merupakan kota ke-tujuh dari sepuluh target daerah yang akan dikunjungi. Secara khusus program ini menyasar pedagang pasar tradisional dari sejumlah pasar di Kediri. Segmen pedagang pasar dipilih lantaran dianggap sebagai komunitas yang paling rentan terpapar kejahatan keuangan. “Agar pelaku usaha pasar bisa melaksanakan bisnisnya dengan baik,” tandasnya.
Sementara itu, sedikitnya ada 300 pelaku usaha pasar yang akan menghadiri kegiatan tersebut. Universitas Islam Kadiri (Uniska) akan menjadi tuan rumah bagi pelaksanaan seminar yang bertajuk Sinergi dan Kolaborasi Pengembangan Ekonomi Lintas Sektoral: Peran dan Fungsi Asuransi untuk Keamanan Bisnis dan Kesejahteraan Pedagang Pasar dan UMKM itu.
“Akan ada sharing session dari OJK seputar perlindungan konsumen. Dari BRI Insurance seputar pentingnya asuransi untuk kegiatan usaha, dan dari akademisi UNISKA tentang bagaimana mengembangkan usaha kecil di daerah-daerah,” tandasnya.
Untuk diketahui, seminar itu akan diisi oleh sejumlah narasumber. Di antaranya Kepala Kantor OJK Kediri Bambang Supriyanto, Direktur Utama BRI Insurance Budi Legowo, serta Rektor Universitas Islam Kadiri Bambang Yulianto. Selain itu, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Permana juga diagendakan menyampaikan keynote speech di seminar tersebut.