Bapanas Sidak Pasar Setono Betek Kediri, Ini yang Mereka Dapatkan soal Harga Beras

Himalaya Azzahra • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 15:35 WIB
Anggota Bapanas ketika melakukan sidak di Pasar Setonobetek Kota Kediri (10/9).
Anggota Bapanas ketika melakukan sidak di Pasar Setonobetek Kota Kediri (10/9).

 

JP Radar Kediri – Badan Pangan Nasional (Bapanas) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Setono Betek, Kota Kediri, Kamis (10/9) pagi. Sidak dilakukan untuk memastikan stabilisasi harga dan ketersediaan pangan, khususnya pada komoditas beras.

Dalam sidak yang berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB tersebut, Bapanas bersama Satgas Pangan Mabes Polri, Satgas Pangan Polda Jatim, Satgas Pangan Polres Kediri, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri, serta Perum Bulog mengecek langsung kondisi beras di pasar.

Hasilnya, stok beras di Kediri masih aman. Distribusi juga berjalan dan harga beras yang dijual pedagang masih berada dalam batas harga eceran tertinggi (HET).
“Di Kota Kediri ini semua masih pada batas HET, baik yang SPHP maupun premium,” ujar Analis Ketahanan Pangan Madya Bapanas Asep Herdiana.
Berdasarkan hasil pemantauan, harga beras di Kediri masih berada di kisaran HET. Yakni Rp 14.900 per kilogram. Kondisi tersebut berbeda dengan sejumlah daerah lain yang mulai mengalami kecenderungan kenaikan harga.

Baca Juga: Harga Beras Medium di Kota Kediri Masih Relatif Tinggi, Pemkot Sebut Karena Faktor Ini

Asep menyebut, kondisi di Kediri sejauh ini masih relatif aman. Namun, pihaknya tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi gangguan distribusi yang dapat memengaruhi ketersediaan maupun harga beras.

Sebelumnya, dalam beberapa pekan lalu, beras premium mengalami kelangkaan dan kenaikan di sejumlah pasar tradisional di Kediri. Bahkan menyentuh harga Rp78 ribu.

Menanggapi hal tersebut, Menurut Asep, salah satunya dapat dipengaruhi musim kemarau. Akhirnya berdampak terhadap hasil panen dan distribusi.

“Kemungkinan karena musim kemarau, sehingga berdampak pada panen. Jadi distribusi terganggu,” jelasnya.

Baca Juga: Tekan Harga Beras, Polres Kediri Gelar Gerakan Pangan Murah

Meski demikian, dari sisi struktur ekonomi dan ongkos produksi, kondisi secara umum masih relatif sama. Bahkan, di sejumlah wilayah masih ditemukan harga beras yang berada di bawah HET.

“Mungkin dari sisi distribusinya saja yang bermasalah,” lanjut Asep.

Karena itu, pemerintah akan terus memantau jalur distribusi beras untuk memastikan pasokan tetap tersedia hingga tingkat konsumen. Jika terjadi kekurangan pasokan di suatu wilayah, salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menggelar gerakan pasar murah.

Baca Juga: Permainan Harga Beras, Rakyat Jadi Korban

“Dari sisi produksi dan ketersediaan ada, namun dari sisi distribusi harus kita pantau lagi,” tandasnya.
Bapanas juga memastikan akan terus menjaga ketersediaan beras dan mengantisipasi potensi kelangkaan di pasaran. (*)

Editor : Mahfud
harga eceran tertinggi Bapanas het pasar setonobetek beras