Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Inflasi Kota Kediri Turun 0,21 Persen, Waspada Lonjakan Harga Komoditas Pangan di Akhir Tahun

Emilia Susanti • Selasa, 9 Desember 2025 | 16:22 WIB

CEKATAN: Seorang penjual sedang memotong daging ayam menjadi beberapa bagian. Para pedagang jadi sasaran BPJS Ketenagakerjaan, masuk sebagai pekerja bukan penerima upah.
CEKATAN: Seorang penjual sedang memotong daging ayam menjadi beberapa bagian. Para pedagang jadi sasaran BPJS Ketenagakerjaan, masuk sebagai pekerja bukan penerima upah.
KEDIRI, JP Radar Kediri- Kota Kediri mencatat inflasi sebesar 0,19 persen pada November lalu. Secara month to month (mtm), angka inflasi itu lebih rendah dibandingkan Oktober yang nilainya sebesar 0,4 persen. 

Andil terbesar terhadap inflasi tersebut berasal dari kelompok makanan dan minuman. Yakni 0,16 persen dengan inflasi 0,55 persen. Menurut Kepala BPS Kota Kediri Emil Wahyudiono, komoditas paling besar menyumbangkan inflasi adalah tomat dan bawang merah. Kemudian disusul dengan sawi hijau dan cabai merah, kangkung, cabai rawit, dan lainnya.

"Beberapa komoditas hortikultura mengalami kenaikan harga akibat pasokan yang terbatas," ujar Emil. Diberitakan sebelumnya, warga mengeluh harga cabai di tingkat pengecer tembus hingga Rp 100 ribu per kilogram. 

Kenaikan harga itu disebabkan karena faktor cuaca. Musim hujan telah memengaruhi kualitas dan kuantitas hasil panen.

Adapun komoditas pangan yang menjadi penghambat inflasi antara lain daging ayam ras, beras, dan pisang. Ada juga telur ayam ras, kelapa, dan salak. Dari keenam komoditas tersebut, penghambat inflasi terbesar adalah daging ayam dan beras. Memberi andil 0,06 persen.

Kendati demikian, Emil mengingatkan agar komoditas pangan mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Apalagi saat ini mendekati momen natal dan tahun baru (nataru). Pasalnya, permintaan pada komoditas tersebut cenderung mengalami kenaikan.

Kenaikan permintaan komoditas itu juga sejalan dengan meningkatnya operasional SPPG pada program MBG. “Sekarang di Kota Kediri ada 28 SPPG yang sudah beroperasi," lanjutnya.

Emil menyampaikan, ada beberapa hal yang perlu diwaspadai saat momen nataru. Yakni adanya penyesuaian tarif angkutan umum. Biasanya, permintaan juga akan mengalami lonjakan pada momen tersebut.

"Nah ini masih kami tunggu kebijakan dari pemerintah pusat," tandasnya.

Terlepas dari itu, BPS Kota Kediri mencatatkan inflasi secara year to year (yty) sebesar 2,71 persen pada November 2025. Angka ini lebih besar dibanding bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 2,68 persen. Secara yty, emas perhiasan masih menjadi penyumbang terbesar inflasi dengan sumbangsih 0,78 persen. Diikuti komoditas beras dan cabai merah. 

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#telur ayam #ayam potong #inflasi #bps kota kediri #kota kediri