KEDIRI, JP Radar Kediri– Pertumbuhan ekonomi di Kota Tahu mengalami kenaikan. Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri, pertumbuhan ekonomi pada 2024 sebesar 3,43 persen.
Angka itu meningkat dari sebelumnya yang sebesar 1,92 besar. Sektor yang memiliki sumbangsih terbesar untuk pertumbuhan ekonomi di Kota Kediri adalah industri pengolahan yakni industri rokok.
Baca Juga: Tenyata Kemasan Minyakita 1 Liter Isinya Hanya 800 Mililiter
Kontribusinya mencapai 79,64 persen. Meski tinggi, angka tersebut menurun jika dibandingkan 2023 lalu. Saat itu angkanya sebesar 79,99 persen.
Untuk diketahui, industri pengolahan yang dimaksud adalah industri rokok yang ada di Kota Tahu. Yakni PT Gudang Garam Tbk.
Kemudian, sektor yang memberikan sumbangsih terbesar nomor dua adalah perdagangan besar dan eceran. Serta reparasi mobil dan sepeda motor. Kontribusinya sebesar 10,31 persen.
Lalu, penyumbang pertumbuhan ekonomi selanjutnya berasal dari sektor informasi dan komunikasi dengan kontribusi sebesar 2,21 persen.
Baca Juga: 10 Cara Menghindari Judi Online Berkedok Investasi Crypto.
“Kota Kediri saat ini masih sangat bergantung dengan industri pengolahan dalam hal pertumbuhan ekonomi,” ujar Kepala BPS Kota Kediri Emil Wahyudiono.
Jika industri pengolahan tidak dimasukkan maka pertumbuhan ekonomi di Kota Kediri mengalami penurunan. Pada 2023 lalu, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 6,55 persen. Sedangkan pada 2024, angkanya turun menjadi 5,09 persen.
Baca Juga: Toko Roti Linn Banjir Promo Parcel dan Hampers untuk Paket Lebaran
Lebih lanjut, Kepala BPS Kota Kediri yang akrab disapa Emil itu menerangkan bahwa ada situasi perlambatan ekonomi di beberapa sektor. Salah satunya berasal dari kinerja perdagangan.
Pemicunya yakni dari perdagangan mobil, sepeda motor, dan reparasi.
“Perdagangan tumbuh positif tapi lambat. Indikator volume penjualan kendaraan mobil mengalami penurunan di 2024 dibandingkan tahun sebelumnya,” jelasnya.
Tak hanya itu, pemicu lainnya juga tak lepas dari tutupnya gerai-gerai besar di salah satu mal yang ada di Kota Kediri. Penutupan itu berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK). Sehingga turut menyebabkan kinerja dari industri perdagangan melambat.
Selain dari sektor perdagangan, Emil memaparkan bahwa tingkat penghunian kamar (TPK) mengalami penurunan secara year on year (yoy). Besar penurunan tersebut yakni 6,39 poin dibandingkan TPK hotel pada Desember 2023 lalu.
Baca Juga: BRI Hadirkan Mudik Gratis 2025, Ribuan Warga Bisa Pulang Tanpa Biaya
“Terkait TPK, secara perbandingan per bulan, kenaikan hanya terjadi di Januari 2024. Selanjutnya di Februari sampai dengan Desember 2024, TPK di Kota Kediri agak menurun dibandingkan 2023,” terangnya.
Terpisah, pengamat ekonomi Subagyo melihat bahwa kenaikan pertumbuhan ekonomi menjadi 3,43 persen menunjukkan sebuah tren positif.
Namun setelah tidak memasukkan industri pengolahan, dia melihat ada sebuah ketimpangan struktural.
Baca Juga: Perkuat Ketahanan Sosial Masyarakat, BRI Group Berbagi 100.000 Paket Sembako Bagi di Bulan Ramadan
“Terjadi ketidakseimbangan, dimana satu sektor (industri pengolahan, Red) memiliki pengaruh yang sangat dominan terhadap keseluruhan ekonomi,” jelas pria yang juga dosen di Universitas Negeri Nusantara PGRI (UNP) Kediri ini.
Menurutnya, fenomena yang terjadi di Kota Kediri ini menciptakan ekonomi dua kecepatan. Yakni satu sektor berkembang pesat sementara sektor lainnya tertinggal bahkan mengalami penurunan.
Baca Juga: Pemkot Kediri Temukan Takaran Produk Kemasan Botol Minyak Kita Tidak Sesuai Label
Akibatnya, ada sebuah kerentanan ekonomi terhadap gejolak yang terjadi di sektor dominan. “Jika industri pengolahan mengalami masalah, seluruh ekonomi kota akan berdampak signifikan. Dan distribusi pendapatan tidak merata di masyarakat,” jelasnya.
Dia mengingatkan lagi bahwa penurunan pertumbuhan di sektor non industri mengindikasikan sektor ekonomi lainnya tengah melambat.
Karenanya, dia berpendapat bahwa Kota Kediri harus mengurangi ketergantungan terhadap industri pengolahan. Dalam hal ini yakni PT Gudang Garam Tbk.
Baca Juga: Serapan Gabah Bulog Cabang Kediri di Bulan Maret Ini Masih Minim
Selanjutnya, dia juga berpesan agar usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) harus terus didorong oleh pemerintah. Tak hanya itu, potensi wisata juga harus terus dioptimalkan.
“Penciptaan wirausaha baru dan pelatihan kompetensi untuk menciptakan tenaga kerja yang siap kerja,” tandasnya.
Editor : rekian