Koordinator Kegiatan sekaligus Distributor PT Lemsi Triguna Abadi, Umar Mulyono, menyatakan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai wadah edukasi bagi petani. Karena dalam kegiatan tersebut, para petani diberikan edukasi yang dikemas dalam sekolah lapang sebanyak 5 pertemuan.
"Ada beberapa materi yang diberikan diantaranya jarak tanam dan manfaat jarak tanam, pemupukkan yang tepat dan benar, penggunaan pestisida yang baik dan benar, hama dan penyakit tanaman jagung, serta dan panen dan analisa usaha tani," ujar pria yang akrab disapa Umar tersebut.
Selain itu petani juga diberikan edukasi tentang tata cara penanaman jagung di musim penghujan. Biasanya penanaman jagung identik dengan musim kemarau. Dengan pengetahuan baru dan perpaduan teknologi tersebut, diharapkan budidaya jagung tidak hanya pada musim kemarau namun juga saat musim penghujan.
Kegiatan Ngobras Kain diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan produktivitas dan pendapatan petani jagung di Kabupaten Kediri. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuan petani dalam menggunakan teknologi dan pengetahuan yang ada untuk meningkatkan hasil pertanian.
Dalam kesempatan tersebut, panitia juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan selama 2 hari yaitu pada 11-12 Februari 2026. Kolaborasi ini terjalin antara Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri, Kecamatan Papar, Polres Kediri, PT Lemsi Triguna Abadi, PT Syngenta Seed Indonesia, PT Wilmar Chemical Indonesia, PT Agros Global Indonesia, PT Kertopate Kencana, PT Well Indonesia Duta Agriculture, PT Advanta Seeds, PT Champions Agrochemical Indonesia, PT Enam Sembilan Benih, Bank Jatim Cabang Pare, dan seribu petani yang berasal dari Kecamatan Papar, Kayenkidul, Plemahan, Kunjang, Purwoasri, dan Pagu. Adapun mereka yang tergabung dalam 25 kelompok tani mengikuti sekolah lapang.
Sementara itu, Kepala Dispertabun Kabupaten Kediri Sukadi, S.E, M.M mengatakan kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dari berbagai pihak mulai dari Dinas, swasta, dan teman-teman petani. Menjadi ajang temu diskusi dan solusi. "Dengan acara ini diharapkan petani bisa meningkatkan provitas jagung, dari 7 ton - 12 ton," ujarnya didampingi Camat Papar Andrea Rangga Primansyah, S.STP., M.M.
Adapun Widodo, 62, petani asal Desa Dawuhankidul, Kecamatan Papar mengaku senang bisa ikut kegiatan Ngobras Kain tersebut. “Ini edukasi yang bagus bagi petani yang selama ini kurang pengetahuan tentang pupuk, pengobatan secara tepat untuk tanaman,” ujarnya sembari menyebut momen yang baik untuk petani muda.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian