Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ini Tanggapan Pengamat Ekonomi Soal Maraknya Kredit Fiktif di BRI, Bank BUMN

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Minggu, 14 Desember 2025 | 04:17 WIB

 

 

Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri- Maraknya kasus kredit fiktif disebabkan beberapa faktor. Salah satunya adalah adanya kelemahan di internal bank.

Setidaknya hal itu berdasarkan penilaian dari pengamat ekonomi dari Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri Dr Subagyo, MM.

Menurutnya, ada tiga faktor yang menyebabkan terjadinya kredit fiktif. Selain kelemahan internal, juga tekanan eksternal dan celah pengawasan.

Baca Juga: Fenomena Kredit Fiktif di BRI, Bank BUMN yang Marak Terjadi di Kediri

Hanya faktor kelemahan internal, ada beberapa hal yang menyebabkan hal itu terjadi.

Seperti mengungkapkan tugas yang membuat ada pihak yang memiliki izin luas. Contohnya peran besar account officer (AO).

"Tidak melakukan sinkronisasi tugas dan wewenang. Seperti AO, mungkin dia merangkap juga sebagai analisis, kadang ikut mengurus dokumen. Nah, itu tidak boleh," jelasnya.

Baca Juga: Liputan Eksklusif : Maju Mundur Koperasi Merah Putih (1)

Selanjutnya, SOP tidak diterapkan dengan baik. Atau budaya kepatuhan yang lemah.

Contohnya, verifikasi lapangan hanya formalitas. Atau bahkan tidak melakukan kunjungan usaha.

”Atau mungkin fotonya, hanya mengambil dari internet atau dipalsukan,” jelas dosen Prodi Magister Manajemen ini.

Baca Juga: Geliat Pasar Gombek Gringging Kediri dan Bisnis Thrifting di Tengah Larangan Impor Pakaian Bekas

Terlebih lagi ketika harus mengejar target klaim prestasi yang bisa menghasilkan bonus. Jika budaya kepatuan lemah maka segala cara dihalalkan.

Selanjutnya, pengawasan yang tidak efektif juga bisa membuat celah melakukan kredit fiktif.  

Di bank BUMN biasanya ada komite pengawas, termasuk dalam pencairan kredit. Bisa terjadi celah ketika mereka tidak melakukan pengawasan secara maksimal.

Baca Juga: Eksklusif! Liputan Khusus di Hari Guru Nasional: Guru Honorer Menggapai Asa Sejahtera (2)

"Mungkin hanya membaca sekilas. Mungkin tidak melakukan cross check dengan dokumen. Tidak cross check lapangan dengan benar. Nah, itu bisa jadi celah," terangnya.

Satu sisi juga hukuman yang ringan. Hal itu mengakibatkan kejadian-kecurangan dianggap hal yang biasa.

Dalam hal pengaruh eksternal, menurut Subagyo, tekanan dari luar bank atau tekanan sosial juga dapat menimbulkan kredit fiktif. Karena mempengaruhi persetujuan pencairan.

Baca Juga: Liputan Khusus : Ironi KONI Kota Kediri, Prestasi Oke tapi Anggaran Masih Memble

“Misalnya ada titipan dari pejabat, politisi, atau mereka yang pemilik modal. Nah, ini bisa juga berpengaruh,” jelas dokter ilmu e ekonomi i ni .

Selanjutnya, adanya celah pengawasan atau celah regulasi. Menurutnya, jika pengawasan dari pemerintah tidak maksimal, akan menjadi celah.

Misalnya OJK yang hanya mengawasi secara sampling saja.

Baca Juga: Liputan Khusus : Belenggu Game Online, Rimba Maya Keseruan yang Melenakan (1)

“Saya tidak tahu seperti apa yang mengawasi OJK. Apakah mereka mengawasi secara menyeluruh atau hanya sampling saja. itu bisa jadi celah,” ucap lelaki berkumis tebal ini .

Menurutnya , mungkin tidak semua bank terhubung dengan Dispendukcapil. Sehingga KTP calon nasabah bisa saja palsu.

Ketika pengawasan tidak maksimal maka bisa lolos.

Baca Juga: Liputan Khusus : Belenggu Game Online, Rimba Maya Keseruan yang Melenakan (2)

Menurutnya, agar potensi kredit fiktif yang dapat menyebabkan kerugian negara tidak terjadi, beberapa hal itu perlu diperbaiki.

Seperti fungsi AO yang harus sendiri-sendiri. Bagian analisis ada sendiri, bagian verifikasi ada sendiri. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir asi r i siko manipulasi.

“Jadi harus berlapis,” tegas wa akil Ketua Kadin Kota Kediri Bidang Pengembangan Ekonomi, Keuangan dan Perbankan itu.

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#bank bumn #kediri #kredit fiktif #kredit macet #bank bri #korupsi #bri #BUMN Bank BRI