Dalam waktu singkat, kamu sudah bisa menyiapkan lauk yang cukup untuk beberapa kali makan sekaligus.
Rasa manis gurih dari kecap manis berpadu dengan aroma bawang yang ditumis hingga harum mampu membangkitkan selera makan setelah seharian berpuasa. Teksturnya yang tidak terlalu berat di lambung membuatnya nyaman dikonsumsi sebagai lauk pendamping nasi hangat.
Selain itu, kandungan protein nabati pada tempe membantu mengembalikan energi secara bertahap sehingga tubuh tidak merasa lemas setelah berbuka.
Dengan kombinasi kepraktisan, daya simpan yang baik, dan cita rasa yang familiar di lidah banyak orang, tempe orek layak menjadi salah satu menu andalan selama Ramadan. Berikut resep membuat Tempe Orek ala Chef Devina.
Baca Juga: 10 Rekomendasi Menu Olahan Tempe untuk Berbuka di Ramadan 2026
Bahan-Bahan Tempe Orek
- 600 gr tempe, potong memanjang
- 2 sdm minyak
- 7 siung bawang merah
- 2 cm lengkuas, geprek
- 4 lembar daun salam
- 3-4 sdm kecap manis
- 2-3 sdm gula merah
- ¼ sdt merica
- 2 sdm saus tiram
- 1 ¾ sdm kaldu bubuk
- 500 ml air
- 3 buah cabai gendot hijau, iris
- 2 buah cabai merah besar, iris
- Bumbu halus : 3 butir kemiri geprek, 5 siung bawang putih geprek, dan 3 sdm minyak
Baca Juga: Bikin Nagih! Resep Kentang Mustofa Ala Chef Devina, Praktis untuk Lauk Buka Puasa dan Sahur
Cara Membuat Tempe Orek
- Haluskan kemiri dan bawang putih dengan minyak.
- Iris bawang merah, lalu masukkan ke wajan dengan minyak panas.
- Tambahkan lengkuas dan daun salam, tumis hingga bawang merah berwarna kecokelatan.
- Masukkan bumbu yang sudah dihaluskan dan tumis hingga harum.
- Masukkan tempe yang sudah dipotong, air, kecap manis, saus tiram, kaldu bubuk, merica, dan gula merah, lalu masak sambil diaduk rata.
- Ungkep tempe dengan air agar bumbu meresap dengan baik.
- Setelah air menyusut setengah, masukkan cabai gendot hijau dan cabai merah besar yang sudah diiris, lalu aduk hingga air menyusut.
- Tempe orek siap disantap.
Kandungan Gizi Tempe Orek
Karena dimasak dengan metode ungkep tanpa proses penggorengan dalam minyak banyak, tempe orek versi ini relatif lebih rendah lemak dan kalori dibanding versi goreng. Kandungan proteinnya tetap optimal, sementara penambahan minyak bisa ditekan seminimal mungkin.
Tempe sendiri kaya protein nabati, serat, zat besi, magnesium, serta vitamin B hasil fermentasi kedelai. Proses fermentasi juga membuat nutrisinya lebih mudah diserap tubuh dan lebih ramah di pencernaan, terutama setelah berpuasa seharian.
Karena tidak melalui proses deep frying, kandungan lemak jenuh lebih rendah, risiko kalori berlebih dari minyak berkurang, dan teksturnya lebih lembut dan ringan di lambung.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Andhika Attar Anindita