Permintaan Telur Melonjak Tajam di Kediri, Dipicu Konsumsi dan Program MBG

JP Radar Kediri– Permintaan telur ayam di Kabupaten Kediri melonjak tajam. Itu lantaran tingginya angka konsumsi harian masyarakat yang dibarengi dengan bergulirnya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kondisi ini menyebabkan stok di tingkat peternak sering kali ludes tak tersisa. Terutama di wilayah sentra seperti Kecamatan Kepung dan sekitarnya.
Helmy Aulia, salah satu peternak ayam petelur asal Kecamatan Kepung, mengakui bahwa tekanan permintaan saat ini sangat luar biasa.
Bahkan, ia kerap mengalami kekurangan stok di kandangnya sendiri akibat ramainya pesanan yang datang.
“Permintaan sangat tinggi. Stok di kandang sendiri sampai sering kurang-kurang untuk mencukupi kebutuhan pembeli,” ujar Helmy.
Saat ini, harga telur di tingkat peternak terpantau relatif terkendali meski permintaan sedang naik.
Untuk pembelian secara partai atau grosir, harga dipatok sebesar Rp 23 ribu per kilogram. Sementara untuk harga retail atau eceran berada di angka Rp 25 ribu per kilogram.
Harga ini dinilai jauh lebih stabil dibandingkan momen awal Ramadan lalu, di mana harga di tingkat kandang sempat meroket hingga menyentuh Rp 28 per kilogram.
Setiap harinya, peternakannya mampu memproduksi sekitar 5 hingga 6 kuintal telur. Mayoritas hasil produksinya diserap oleh toko-toko retail.
Selain itu, ia juga rutin memasok kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sekitar 3 kuintal per minggu.



