Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BUMDes Parikesit Tirulor Kediri Fokus Program Ketahanan Pangan dan Desa Wisata

D
Penulis: Diana Yunita Sari❯
Desa wisata Tirto Tani Djojo (Diana Yunita Sari)
Desa wisata Tirto Tani Djojo (Diana Yunita Sari)

KEDIRI, JP Radar Kediri- Pemdes Tirulor memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang telah berdiri sejak tahun 2019.


Advertisement

Yakni bernama BUMDes Parikesit diambil dari nama raja terakhir pewayangan. Sejak berdiri 6 tahun lalu, BUMDes sudah beberapa kali menjalankan beberapa usaha seperti penjualan produk pertanian

Di tahun 2025 BUMDes fokus terhadap dua lini usaha yaitu perkebunan tebu untuk mendukung ketahanan pangan, dan pengelola Desa Wisata.

Diketahui, Desa Tirulor memiliki sebuah objek wisata yang tengah berkembang bernama Tirto Tani Djojo.

Advertisement

Desa wisata dikelola oleh tiga orang sebagai pengurus utama dan 10 orang pekerja. Di dalamnya menyediakan tempat outbond, aneka kuliner, tenda, dan yang menjadi ikon adalah wisata river tubing sejauh 1 km.

“Terbentuknya wisata tersebut awalnya oleh usulan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang kemudian bekerja sama dengan BUMDes untuk pendanannya” ucap Sekretaris Desa Tirulor Tur Agung.

Hingga saat ini wisata tersebut ramai didatangi pengunjung, baik warga sekitar Kediri hingga luar daerah seperti Tulungagung.

Advertisement

Agung mengatakan rata-rata jumlah kunjungan minimal 50 orang, dan bisa mencapai 100 pengunjung.

Sayangnya, wisata tersebut hanya buka di hari Sabtu dan Minggu saja. Hal tersebut karena para petugas yang menjaga area juga memiliki pekerjaan lain sehingga tidak bisa setiap hari di lokasi.

“Sulit cari pekerja, oleh karena itu kami hanya bisa buka hari Sabtu dan Minggu saja,” lanjutnya.

Selain Desa Wisata, BUMDes juga fokus terhadapprogram ketahanan pangan yaitu dengan membuat perkebunan tebu di tanah kas desa (TKD) seluas 342 hektar.

Tebu dipilih karena banyak warga yang paham tentang pengelolaan tebu. Mulai dari pembibitan, perawatan, hingga panen.

“Selain banyak yang paham juga karena tebu perwatannya mudah dan minim kerugian,” ucapnya.

Tebu nantinya akan dijual tua atau untuk gula, dalam hal tersebut Pemdes juga telah bekerja sama dengan pabrik gula seperti PG Santren atau timbangan.

Dipilih tebu karena ada SDM yang bisa mengelola tebu, mulai dari bibit, anggota kebanyakan petani tebu. Dijual gula, bekerja sama dengan pg santren, timbangan. 

Advertisement

Artikel Terkait

Kapolres Kediri Turun ke Jalan dalam Operasi Patuh Semeru! Utamakan Edukasi bagi Pengendara

Kapolres Kediri Turun ke Jalan dalam Operasi Patuh Semeru! Utamakan Edukasi bagi Pengendara

Kesadaran tertib berlalu lintas masih menjadi pekerjaan rumah.

Dua Cagar Alam Aman dari Karhutla, BKSDA Kediri Lakukan Mitigasi

Dua Cagar Alam Aman dari Karhutla, BKSDA Kediri Lakukan Mitigasi

BKSDA memastikan kawasan konservasi di Kabupaten Kediri masih aman dari kebakaran. Kondisi flora dan fauna yang dilindungi di dalamnya juga terpantau aman.

PHRI Sebut Okupansi Hotel dan Restoran Kediri Aman di Tengah Lesunya Ekonomi

PHRI Sebut Okupansi Hotel dan Restoran Kediri Aman di Tengah Lesunya Ekonomi

Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, tingkat okupansi hotel di Kabupaten Kediri disebut masih cukup terjaga.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer