Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemuda

M
Penulis: Mahfud❯
Titik Nol Opini
Titik Nol Opini

Advertisement

Masih ingatkah kita bahwa 28 Oktober kemarin hari Sumpah Pemuda? Ingat tapi tak merasa ghirah apapun? Atau, justru tidak ingat sama sekali?

Jujurly, saya masuk golongan yang nyaris lupa. Maka, celakalah saya karena melupakan linimasa sejarah yang sangat penting bagi lahirnya Bangsa Indonesia.

Bagaimana tidak, dari momentum 28 Oktober 1928 itulah muncul perlawanan yang lebih besar skala dan kekuatannya. Tidak lagi ‘sporadis’ di berbagai bagian tanah air. Melainkan benar-benar perlawanan bangsa Indonesia. Sebab, para pemuda dari seluruh penjuru Nusantara itu berikrar :

Advertisement

‘Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah satu, Tanah Air Indonesia ;Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa satu, Bangsa Indonesia; Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia’.

So, itulah puncak dari kesadaran kita dalam berbangsa. Merasa menjadi satu bangsa dan hidup di tumpah darah yang sama. Juga berkomunikasi dalam bahasa yang sama pula, Indonesia!

Baca Juga: Tiga Jari

Advertisement

Lalu, apa masalahnya sekarang? Selain banyak yang dari kita lupa pada momentum besar itu? Banyak. Karena sejatinya, pemuda-lah yang hingga sekarang masih konsisten sebagai ‘pejuang’. Pada merekalah asa melihat Bangsa Indonesia yang sejahtera, adil, dan makmur masih bisa kita letakkan. Sebab, setelah mereka lepas dari status pemuda, semuanya bisa terjadi!

Lho, maksudnya? Ya gitu, kan banyak kita saksikan bagaimana reformis yang berusia muda begitu menggebu-gebu menyuarakan idealismenya. Namun, setelah mereka beranjak dewasa, tua, dan mapan, semuanya bisa berbelok. Termasuk mati-matian membela rezim yang diikutinya. Terlepas apakah rezim itu benar, salah, atau bahkan bobrok.

Eit, tunggu dulu. Jangan asal gebyah uyah seperti itu. Kan masih banyak juga yang dulu pemuda pejuang ketika dewasa dan tua tetap idealistis? Iya, pasti ada. Sayangnya, mereka seperti terbenam oleh pemuda-pemuda yang seperti itu. Pemuda yang terjebak dalam  oportunisme. Berjuang sekeras baja namun ketika mendapat fasilitas langsung berubah selembek karet.

Kita sangat sadar bahwa kita tak pernah kekurangan pemuda brilian. Cerdas, pandai, dan idealistis. Di setiap masa akan bermunculan sosok-sosok seperti, Moh. Yamin, Soegondo Djojopoespito, R.M. Djoko Marsaid, Amir Sjarifoeddin, Djohan Mohammad Tjai, R Katjasoengkana, RCL Senduk, Johannes Leimena, Mohammad Rocjani Soe’oed, Wage Rudolf Supratman, Soenario Sastrowardoyo, hingga Sie Kong Liong. Itu semua adalah tokoh Kongres Pemuda II yang melahirkan Sumpah Pemuda.

Buktinya, ada sederet nama pemuda lagi yang sejatinya adalah generator utama dari proses kemerdekaan bangsa Indonesia. Nama seperti Sayuti Melik, Soekarni, Chaerul Saleh, Wikana, B.M. Diah, Yusuf Kunto, serta Sudiro yang berperan di balik proklamasi kemerdekaan oleh Bung Karno dan Bung Hatta.

Advertisement

Artikel Terkait

Saham RANS Raffi Ahmad Dikabarkan Melemah usai Jadi Sorotan Deklarasi Sumpah Pemuda bawa Mahasewa

Saham RANS Raffi Ahmad Dikabarkan Melemah usai Jadi Sorotan Deklarasi Sumpah Pemuda bawa Mahasewa

Pergerakan saham PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) terus berada di bawah tekanan berat. Di tengah tren pelemahan harga yang kian dalam, sorotan publik turut

Raffi Ahmad Beri Klarifikasi soal Deklarasi Sumpah Pemuda Bersama Mahasiswa Gadungan di Bundaran HI

Raffi Ahmad Beri Klarifikasi soal Deklarasi Sumpah Pemuda Bersama Mahasiswa Gadungan di Bundaran HI

Aktor ternama, Raffi Ahmad akhirnya memberikan klarifikasinya atas kehadirannya dalam deklarasi Sumpah Pemuda bersana mahasiswa bayaran yang digelar di Bundaran Hot

Viral Pria Berjas Almamater di Deklarasi Sumpah Pemuda Ternyata Bukan Mahasiswa dan Mengaku Dibayar

Viral Pria Berjas Almamater di Deklarasi Sumpah Pemuda Ternyata Bukan Mahasiswa dan Mengaku Dibayar

Teka-teki sosok pria berjas almamater yang sempat viral karena gelagapan saat ditanya asal kampusnya dalam acara Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran Hotel Indonesia

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer