Kegiatan rutin tahunan ini tidak hanya sekadar menjadi ajang salat berjamaah, namun bertransformasi menjadi momentum penguat silaturahmi dan pusat kegiatan produktif warga.
Pimpinan Pengajian Masjid Baitul Muttaqin, Gus Riza Sahlan Siroj, dalam tausiyah penutupnya menekankan pentingnya menjaga konsistensi ibadah meski bulan suci segera berlalu. Beliau membedah materi mulai dari penguatan akidah hingga adab bermasyarakat.
"Safari Dakwah ini menjawab problematika masyarakat, mulai dari dahaga spiritual hingga tantangan ekonomi yang luar biasa. Alhamdulillah, antusiasme warga dan dukungan pemerintah sangat luar biasa," ujar Gus Riza.
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Komunikasi Majlis Taklim (FKMT) Kemenag RI Kabupaten Kediri ini menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat peradaban dan energi positif. Melalui Safari Dakwah, ia ingin memastikan masjid selalu ramai dan syiar Islam tetap berdenyut kuat di tengah masyarakat.
Keberhasilan rangkaian acara ini tak lepas dari sinergi berbagai pihak. Perwakilan Yayasan Baitul Muttaqin, Ir. H. Ari Budianto, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan warga sekitar dalam penyediaan takjil dan menu berbuka menjadi kunci kelancaran acara.
Menariknya, seluruh operasional dan pendanaan rangkaian kegiatan besar di Masjid Baitul Muttaqin ini didukung penuh oleh sisi kedermawanan pihak swasta. Seluruh kegiatan masjid dibiayai oleh Yayasan HAF (Hayat Asyraf Firmansyah), yang berkomitmen memastikan fasilitas dan kenyamanan jemaah terjaga sepanjang bulan suci.
Kepala Desa Sumberagung, H. Kariyadi, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif takmir dan pihak yayasan. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus konsisten dilaksanakan di masa mendatang.
"Kami selaku pemerintah desa sangat mengapresiasi Safari Dakwah Ramadan yang digelar Masjid Baitul Muttaqin bersama Yayasan Baitul Muttaqin Sumberagung. Semoga tahun depan bisa kembali digelar dengan lebih meriah," tandasnya.
Dengan berakhirnya safari ini, pihak takmir berharap semangat spiritualitas yang terbangun tidak luntur, melainkan menjadi fondasi baru bagi kegiatan kemasyarakatan di bulan-bulan berikutnya.
Editor : Anwar Bahar Basalamah