JP Radar Kediri- Burung kedasih, atau dalam bahasa Inggris disebut Asian Koel, mungkin sering kamu dengar suaranya di malam atau pagi hari. Tapi, siapa sangka, suara khasnya yang melengking itu ternyata membawa berbagai mitos yang sudah turun temurun.
Dari pertanda kematian sampai burung yang dikatakan bisa membawa sial, yuk kita bahas beberapa mitos yang sering dikaitkan dengan burung ini.
Pertanda Kematian
Mitos pertama yang paling terkenal adalah pertanda kematian. Di banyak daerah, terutama di Jawa, jika ada suara burung kedasih terdengar di dekat rumah orang yang sedang sakit, maka dipercaya itu pertanda kematian.
Suara yang panjang dan merintih dianggap sebagai suara yang menjemput nyawa. Jadi, kalau ada yang sakit dan tiba-tiba kedengar suara kedasih, langsung deh banyak yang mulai cemas.
Baca Juga: Burung Kedasih, Suaranya Dianggap Sebagai Isyarat Kematian
Pembawa Sial
Selain kematian, ada juga mitos yang menyebutkan bahwa burung kedasih bisa membawa sial. Konon, jika burung ini bersuara dekat rumah, terutama di malam hari, itu bisa jadi pertanda bahwa akan ada sesuatu yang buruk terjadi.
Beberapa orang jadi merasa gelisah atau khawatir jika mendengar suara burung ini. Mitos ini bahkan bisa bikin orang berpikir dua kali untuk keluar rumah setelah mendengar suaranya.
Jelmaan Mahluk Halus
Selain itu, ada cerita yang mengatakan bahwa burung kedasih bukanlah burung biasa, melainkan makhluk gaib yang menyamar. Karena suaranya yang misterius dan sering terdengar di tempat-tempat yang sepi, banyak yang percaya bahwa burung ini adalah jelmaan dari makhluk halus.
Jadi, kalau kamu mendengar suara ini saat sedang berada di tempat angker atau sepi, bisa-bisa kamu langsung merasa ada sesuatu yang tidak beres.
Baca Juga: Burung Paradise Whydah, Selalu Mengubah Penampilan Saat Musim Kawin
Pertanda Kehilangan
Satu lagi mitos yang sering beredar adalah tentang burung kedasih sebagai penanda kehilangan. Orang-orang yang mendengar suara burung ini sering kali mengaitkannya dengan hilangnya sesuatu yang berharga.
Entah itu kehilangan seseorang yang dekat, atau bahkan kehilangan sesuatu yang sangat penting dalam hidup. Suara burung kedasih dianggap sebagai sebuah pertanda bahwa sesuatu yang berharga akan hilang dalam waktu dekat.
Kicauannya Dipercaya Sebagai Rintihan
Ada juga yang percaya bahwa burung kedasih ini adalah burung yang dendam. Menurut cerita rakyat, burung kedasih dulunya adalah manusia yang disakiti atau dikhianati, dan akibat perasaan sakit hatinya, ia dikutuk menjadi burung yang terus merintih dan menangis. Makanya, suara burung kedasih terdengar sangat menyayat hati dan seakan-akan membawa kesedihan yang mendalam.
Namun, meskipun ada banyak mitos yang mengelilinginya, kita juga harus ingat bahwa semua ini hanyalah kepercayaan yang tidak bisa dibuktikan secara ilmiah.
Dari perspektif ilmiah, burung kedasih sebenarnya cuma memiliki suara khas untuk berkomunikasi dan menarik perhatian pasangan. Jadi, jangan langsung panik jika kamu dengar suara burung ini.
Secara biologis, burung kedasih aktif bersuara di musim kawin, dan suara merdu mereka itu memang dipakai untuk menarik pasangan. Jadi, kalau kamu mendengar suara burung kedasih, kemungkinan besar dia lagi cari jodoh, bukan nyari korban! Jadi, meski mitos dan
kepercayaan itu kental, burung kedasih sebenarnya cuma burung biasa yang sedang beraktivitas.
Jadi, meskipun suara burung kedasih bisa bikin merinding karena mitos-mitos yang ada, kita sebaiknya lebih bijak dalam menyikapinya.
Jangan biarkan mitos lama membuat kita terjebak dalam ketakutan yang tidak perlu. Selama kita tahu bahwa burung ini hanya seekor burung yang sedang mencari pasangan, kita bisa santai saja menikmati suara alam ini tanpa harus terlalu takut.(***)
Editor : Jauhar Yohanis