Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Tim Abmas Departemen Teknik Mesin Industri Fakultas Vokasi ITS Surabaya Ciptakan Oven Pengering Hemat Energi untuk Bantu Produksi Kerupuk di Kediri

Syaikhu Aliya Rahman • Sabtu, 18 Oktober 2025 | 23:44 WIB
Tim Abmas Departemen Teknik Mesin Industri Fakultas Vokasi ITS Surabaya
Tim Abmas Departemen Teknik Mesin Industri Fakultas Vokasi ITS Surabaya

 

KEDIRI, JP Radar Kediri – Inovasi teknologi tepat guna (TTG) kembali hadir dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) dari Departemen Teknik Mesin Industri Fakultas Vokasi ITS berhasil menciptakan oven pengering berbasis konveksi natural yang sangat hemat energi dan ramah lingkungan.

Inovasi ini membantu mempercepat proses pengeringan krecek kerupuk produksi Yayasan Nurul Ikhlas di Desa Cengkok, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri.

Baca Juga: Tingkatkan Kemandirian Ekonomi Warga di Bedali Kediri, Abmas ITS Surabaya Dorong Inovasi Limbah Daun Nanas Jadi Tekstil Medis Berkualitas

Yayasan Nurul Ikhlas merupakan lembaga yang aktif mengembangkan usaha kecil berbasis kemasyarakatan untuk meningkatkan kesejahteraan jemaah dan warga sekitar. Salah satu usaha yang tengah dirintis adalah produksi aneka kerupuk berbahan dasar tepung singkong.

Sebelumnya, proses pengeringan krecek kerupuk dilakukan dengan cara tradisional, yaitu dijemur di ruang terbuka. Metode ini dinilai kurang higienis dan sangat bergantung pada kondisi cuaca. Ketika musim hujan tiba, proses pengeringan sering terhambat bahkan bisa gagal, menyebabkan kerupuk menjadi lembap, berjamur, dan tidak layak jual.

Tim Abmas Departemen Teknik Mesin Industri Fakultas Vokasi ITS Surabaya
Tim Abmas Departemen Teknik Mesin Industri Fakultas Vokasi ITS Surabaya

“Masalah ini menjadi perhatian kami karena sangat memengaruhi produktivitas dan kualitas hasil produksi. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan solusi praktis dan efisien,” ujar Ir. Joko Sarsetiyanto, MT, Ketua Tim Abmas Departemen Teknik Mesin Industri ITS.

Dari penelitian dan pengujian yang dilakukan, tim berhasil merancang oven pengering berbasis konveksi natural yang tidak memerlukan kipas atau fan untuk sirkulasi udara panas. Sistem ini mengandalkan tarikan alamiah yang dihasilkan dari tata letak rak di dalam oven, sehingga proses pengeringan berlangsung lebih cepat dengan konsumsi energi yang sangat rendah.

Selain itu, dinding luar oven dilapisi dengan isolator panas untuk mencegah kebocoran energi, menjadikan alat ini sangat efisien dan hemat energi. Hasil uji coba menunjukkan, waktu pengeringan krecek kerupuk yang biasanya memakan waktu 2 hingga 3 hari dengan cara dijemur, kini dapat diselesaikan hanya dalam 3,5 jam menggunakan oven tersebut.

Tidak hanya untuk kerupuk, oven ini juga telah diuji mengeringkan rajangan kunyit dan temulawak dengan hasil optimal. Kunyit kering dalam 4,5 jam dan temulawak dalam 5,5 jam. Dengan demikian, alat ini memiliki potensi besar untuk diaplikasikan pada produk herbal dan pertanian lainnya, seperti cengkeh dan biji bunga matahari.

Tim Abmas Departemen Teknik Mesin Industri Fakultas Vokasi ITS Surabaya
Tim Abmas Departemen Teknik Mesin Industri Fakultas Vokasi ITS Surabaya

Ketua Yayasan Nurul Ikhlas Suwanda menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas bantuan teknologi dari tim ITS Surabaya.

“Oven ini benar-benar membantu kami dalam meningkatkan efisiensi produksi krupuk. Sekarang, proses pengeringan tidak lagi tergantung cuaca, dan kualitas produk kami jauh lebih baik,” ujarnya.

Melalui program ini, ITS Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam mengimplementasikan teknologi tepat guna yang langsung berdampak pada masyarakat.

Inovasi oven konveksi natural ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) di berbagai daerah, khususnya dalam mendukung ketahanan ekonomi lokal melalui pemanfaatan teknologi hemat energi dan ramah lingkungan.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#pengabdian masyarakat #Inovasi #abmas its #its surabaya