Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Begini Kata Menteri Haji dan Umrah Soal Kelayakan Bandara Dhoho Kediri Jadi Embarkasi

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Kamis, 11 Desember 2025 | 03:58 WIB

Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri – Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan berkunjung ke Bandara Dhoho untuk melakukan pengecekan sarana dan prasarana penerbangan.

Kunjungan itu dilakukan sebagai bagian dari pemetaan kesiapan daerah dalam penyelenggaraan haji dan umrah.

Menurutnya, bandara yang berada di lereng Gunung Wilis itu memiliki potensi besar untuk mendukung layanan penerbangan internasional.

Gus Irfan menjelaskan bahwa sejak dirinya dilantik pada Oktober 2025 sebagai Kepala Badan Penyelenggara Haji, pemetaan terhadap seluruh wilayah Indonesia langsung dilakukan.

Baca Juga: Transportasi ke Bandara Dhoho Kediri Semakin Menyusut, Taxi Bluebird Tersisa Satu Unit

Dari proses itu, ditemukan bahwa Bandara Juanda sudah terlalu terbebani untuk melayani jemaah haji Jawa Timur.

Karena itu pemerintah mulai mencari alternatif untuk mengurangi kepadatan penerbangan. “Pilihan pertama yang muncul adalah Bandara Dhoho,” jelasnya.

Sebenarnya, Bandara Dhoho secara teknis layak untuk penerbangan haji maupun umrah. Namun pada saat itu masih terdapat persoalan non-teknis.

Sehingga membuat pemerintah belum bisa menggunakannya sebagai embarkasi. Kondisi tersebut berdampak pada keputusan penyelenggaraan haji tahun 2026.

Baca Juga: Wamen Ristekdikti Ingin Nasi Tumpang Masuk Food Court Bandara Dhoho Kediri

“Insyaallah tahun 2027, baik pemberangkatan maupun pemulangan jemaah haji sudah bisa dilakukan melalui Bandara Dhoho. Secara teknis bandara ini siap, tinggal pengaturan kerja sama dengan instansi terkait yang kini sedang diikhtiarkan bersama,” ujar Gus Irfan.

Sementara itu, Direktur PT Surya Dhoho Investama Maksin Arisandi mengatakan pihaknya menggelar pertemuan dengan maskapai asing yang beroperasi di Indonesia.

Dari total 34 maskapai yang diundang, sebanyak 28 hadir dan mengikuti paparan pengelola bandara.

Kehadiran maskapai besar seperti Saudi Arabian Airlines, Singapore Airlines, ANA, dan Malaysia Airlines disebut sebagai sinyal positif bagi perkembangan Dhoho.

“Kehadiran lebih dari 80 persen ini menunjukkan ketertarikan mereka untuk melihat peluang bisnis di Dhoho” jelasnya.

Menurut Maksin, arahan dari Kementerian Haji dan Umrah memberikan gambaran jelas mengenai langkah lanjutan terkait penggunaan Bandara Dhoho sebagai embarkasi haji.

Ia menyebut bahwa secara teknis bandara sebenarnya sudah siap untuk digunakan pada 2026, tetapi masih ada beberapa hal non-infrastruktur yang harus disiapkan.

Baca Juga: Penerbangan Umrah Flyadeal di Bandara Dhoho Kediri Tunggu Persyaratan Klir, Diprediksi Mulai Open Sky Awal 2026 Nanti

Karena itu pihaknya akan memperkuat koordinasi agar seluruh persyaratan bisa terpenuhi sebelum 2027. Pengelola bandara juga mulai menyiapkan rencana pembangunan fasilitas pendukung. 

“Salah satu pekerjaan besar kami adalah menyiapkan fasilitas setara asrama haji jika bandara nanti digunakan untuk layanan haji,” kata Maksin.

 

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#penerbangan haji #embarkasi #penerbangan umrah #debarkasi