Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Undangan Lima Warna hingga Baju Adat Pikat Pemilih

Anwar Bahar Basalamah • Kamis, 8 Desember 2022 | 17:08 WIB
LUAPKAN KEGEMBIRAAN: Ratusan warga Desa Tawang, Wates berpawai menggunakan sepeda motor dan mobil terbuka merayakan kemenangan Cakades Yeni Agustina. (Foto: Ilmidza Amalia Nadzira)
LUAPKAN KEGEMBIRAAN: Ratusan warga Desa Tawang, Wates berpawai menggunakan sepeda motor dan mobil terbuka merayakan kemenangan Cakades Yeni Agustina. (Foto: Ilmidza Amalia Nadzira)
Pemilihan kepala desa (pilkades) serentak kemarin tidak hanya diwarnai sorak-sorai kandidat yang menang. Kreativitas panitia menarik minat pemilih datang ke tempat pemungutan suara (TPS) dengan undangan lima warna atau memakai baju adat juga jadi daya tarik.

Kemeriahan pilkades serentak terjadi di 57 desa penyelenggara. Tak terkecuali di Desa Jantok, Purwoasri. Ratusan orang berduyun-duyun mendatangi tempat pemungutan suara yang berada di sekitar Balai Desa Jantok. Mereka membawa kertas warna-warni yang ternyata merupakan undangan memilih.

Ada warga yang membawa kertas berwarna putih, kuning, hijau, pink, dan biru. Setiap warga yang mendapat undangan dengan warna berbeda terlihat saling pandang. “Kok beda?” tanya mereka sambil tersenyum.

Rupanya, warna undangan yang berbeda itu bukannya tanpa tujuan. Warna-warna cerah itu jadi penanda tempat mereka melakukan pemungutan suara. Ada lima TPS di tempat yang berbeda. Semuanya terletak di sekitar Balai Desa Jantok. Jarak antar-TPS hanya sekitar 200 meter saja.

Misalnya, warga yang mendapat undangan warna putih dan kuning mencoblos di TPS 1. Letaknya di balai desa. Kemudian, pemegang undangan warna hijau di TPS 3 yang terletak di rumah warga. Sedangkan undangan warna pink dan biru mencoblos di TPS 4, dan 5 di gedung SDN Jantok 1.

Keberadaan lima TPS di sekitar balai desa, membuat ribuan warga berkumpul di lima lokasi yang berdekatan itu. Sejumlah pedagang makanan dan minuman yang memenuhi area itu, semakin menambah kemeriahan. “Ini (TPS, Red) sengaja kami pisah-pisah sesuai warna undangan untuk mempermudah,” kata salah satu panitia pemungutan suara (PPS) Dwi Puji, 43.

Photo
Photo
LUAPKAN KEGEMBIRAAN: Lansia hingga pemuda Desa Pojok, Wates antusias mencoblos. (Foto: Wahyu Adji)

Ide undangan warna-warni itu menurut Dwi atas usulan kecamatan. Tujuannya, agar pemilih lebih mudah mencari TPS. Cara itu agaknya memudahkan 1.982 pemilih yang berasal dari empat dusun.

Meski warna undangan di tiap TPS sudah dibuat berbeda, tak urung tetap saja ada warga yang keliru. “Ada warga yang semestinya mencoblos di TPS 1, ternyata antre di TPS 2,” kenangnya sambil tertawa.

Saat ditanya panitia, dengan entengnya mereka mengaku tidak tahu jika warna undangan jadi penentu TPS. “Saya memang tidak tahu kalau warna undangan beda, berarti tempat mencoblosnya berbeda. Ini hanya ikut teman saya,” kata Arif, 25, salah satu warga yang harus pindah TPS karena salah tempat.

Jika PPS Dusun Jantok, Purwoasri membuat undangan warna-warni, TPS 1 di Desa Gadungan, Puncu memilih menarik minat pemilih dengan memakai baju adat Kabupaten Kediri. Panitia pria memakai baju adat Wdhian Kadiri. Sedangkan panitia wanita memakai baju Ken Kadiri. Pakaian berwarna merah dipadu putih lengkap dengan udeng dengan lambang lidah api itu jadi pusat perhatian.

Tidak sedikit pemilih yang memandang lekat panitia karena baju adat itu belum banyak diketahui warga. Menanggapi hal tersebut, panitia yang sibuk menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan memeriksa suhu tubuh itu hanya melempar senyum.

Photo
Photo
LUAPKAN KEGEMBIRAAN: Lansia hingga pemuda Desa Pojok, Wates antusias mencoblos. (Foto: Wahyu Adji)

“Kalau di atas 37 derajat celsius ya tidak bisa nyoblos di TPS dalam,” terang Ketua Panitia di TPS 01 Desa Gadungan, Puncu, Budiyono.  Melainkan harus mencoblos di bilik khusus. Budi bersyukur hingga pemungutan suara berakhir pukul 12.00 kemarin, tidak ada satu pun pemilih yang suhu tubuhnya di atas 37 derajat celsius.

Tak hanya mengecek suhu tubuh, Budi juga menyiapkan masker dan hand sanitizer sebelum pencoblosan. “Mereka yang masuk benar-benar menjaga prokes,” beber Budi sambil beberapa kali membenarkan posisi udengnya.

Sementara itu, selain di dua desa tersebut, suasana semarak juga terlihat di Desa Tawang, Wates. Ini setelah pendukung Yeni Agustina, calon kepala desa yang menang, memilih melakukan konvoi. Begitu perhitungan suara selesai, ratusan orang langsung berpawai menggunakan sepeda motor dan mobil terbuka. Mereka berkeliling Desa Tawang sambil mengacungkan jari telunjuk. Simbol nomor urut satu milik Yeni.

Di saat yang sama, Yeni juga diarak pendukungnya. Beberapa kali dia melambaikan tangan ke arah pendukungnya yang menyapa. Kemenangan perempuan itu disambut suka cita karena dia berhasil mengalahkan Edi Budianto, sang incumbent.

Kemenangan Yeni juga terasa berbeda karena dia tidak hanya mengalahkan Edi. Melainkan berhasil unggul dari empat calon kades lainnya. Yakni, Heri Maningsih, Edi Budianto, Dwi Hadiriyanto, dan Adnan Budiman. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#berita terkini #seputar kediri #kediri #kabar kediri terkini #info terbaru kediri #info kediri #pemilihan kepala desa #viral kediri #berita terbaru #berita kediri terbaru #berita kediri terkini #pemilu #kediri lagi #pilkades #pemilihan umum #berita viral kediri #kabar kediri #kediri news