KOTA, JP Radar Kediri - Pemkot Kediri memperpanjang pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM ) mikro. Pembatasan aktivitas masyarakat itu akan berlaku hingga Senin (19/4).
Bila dibandingkan dengan pelaksanaan PPKM mikro tahap sebelumnya, aturan untuk tahap empat ini tak mengalami perubahan. Mulai aturan untuk operasional pasar, kantor pemerintahan, pendidikan, hingga seni dan kebudayaan.
Di kantor pemerintahan, pembatasan masih berlaku untuk aparatur sipil negara (ASN). Separo dari ASN itu masuk seperti biasa, sisanya menjalani work from home (WFH). Namun, kali ini mereka yang WFH tetap wajib datang untuk mengisi presensi lewat e-finger.
“Yang beda hanya itu, sebelumnya ASN yang WFH tidak perlu e-finger,” ucap Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Apip Permana.
Untuk bidang pendidikan, sekolah yang membutuhkan kehadiran siswa harus berkoordinasi dengan gugus tugas percepatan penanggulangan (GTPP) Covid-19. Waktu pengajuannya maksimal 14 hari sebelum pelaksanaan. Bagi Apip, kebijakan itu berlaku pula untuk perkuliahan atau bimbingan belajar.
Pembatasan juga masih berlaku pada kegiatan perdagangan di pasar tradisional. Pedagang yang berjualan dibatasi 50 persen dari kapasitas normal. Mereka akan berdagang secara bergantian. Sedangkan yang seni dan budaya bisa dilaksanakan atas izin dan pengawasan gugus tugas dengan maksimal kapasitasnya 25 persen.
“Tempat ibadah tidak ada perubahan, tetap dibatasi 50 persen,” beber Apip kepada Jawa Pos Radar Kediri.
Yang masih dilarang untuk beroperasi adalah usaha tempat karaoke. Keputusan baru perpanjangan PPKM mikro tahap empat ini belum memberikan lampu hijau untuk kegiatan tersebut.
Sementara itu, Juru Bicara GTPP Covid-19 dr Fauzan Adima mengingatkan agar warga di Kota Kediri tidak lengah. Hingga kemarin, zona di Kota Kediri masih oranye. Tidak ada perubahan selama beberapa bulan terakhir. Dan angka kematiannya cenderung naik. Kini rata-rata kematian akibat korona ini mencapai 10,76 persen. Dengan total kematian sudah tembus angka 140 kasus.
“Hari ini (kemarin, Red) ada tambahan satu orang yang terkonfirmasi,” bebernya.
Sedangkan untuk kasus positif aktif yang masih dipantau kini jumlahnya hanya delapan orang. Untuk terkonfirmasi masih terus bertambah. Kemari, tambahan ada tiga kasus. Penambahan itu menjadikan angka konfirmasi terus membengkak. Kini jumlah terkonfirmasi ada 1.301 kasus.
Sementara itu, rencana pembelajaran tatap muka (PTM) terus dimatangkan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kediri. Uji coba juga telah dilakukan. Yaitu saat pelaksanaan ujian tingkat SMP yang berakhir Senin (29/3) lalu. Rencananya, uji coba serupa akan dilakukan di tingkat SD.
“Hasil pantauan ketika ujian (SMP) kemarin sudah terlihat kesiapan sekolah. Protokol Kesehatan sudah dijalankan dengan baik,” kata Kasi SMP Nur Miftahul Fuad.
Fuad mengatakan, rencananya PTM akan berlangsung Juli. Atau saat mulainya tahun ajaran baru 2021/2022. Untuk kesiapaannya mengacu pada prosedur tatap muka Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
Persiapan sekolah menghadapi momen itu juga sudah matang. Fuad menuturkan, pihaknya sudah lama mempersiapakan sarana dan prasarana protokol kesehatan di setiap sekolah. “Mulai persediaan masker, hand sanitizer, tempat cuci tangan, dan thermogun,” ujarnya seraya mengatakan ada pembentukan posko satgas sekolah dan perketat imbauan 3M. (rq/c2/fud)
Editor : adi nugroho