Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Perbaiki Plafon dengan Dana BOS

adi nugroho • Senin, 5 Agustus 2019 | 00:35 WIB
perbaiki-plafon-dengan-dana-bos
perbaiki-plafon-dengan-dana-bos

NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Pihak SDN 1 Ganungkidul Nganjuk langsung memperbaiki plafon jebol di ruang kelas IB kemarin. Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nganjuk memastikan anggaran perbaikan diambilkan dari dana bantuan operasional sekolah (BOS).


          Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdik Kabupaten Nganjuk Suroto mengatakan, pihaknya turun ke SDN 1 Ganungkidul kemarin pagi. Setelah melihat langsung kondisi ruang kelas, perbaikan dilakukan saat itu juga. “Tadi pagi (kemarin, Red) langsung dikerjakan perbaikannya,” ujar Suroto kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.


          Untuk diketahui, video tentang plafon yang sengaja diturunkan karena rawan ambruk di ruang kelas 1B SDN tersebut sempat tersebar di grup WhatsApp (WA). Merespons itu, Kamis (1/8) sore Wakil Bupati (Wabup) Marhaen Djumadi langsung mengecek lokasi.


          Suroto menerangkan, anggaran perbaikan plafon jebol di SDN tersebut menggunakan dana BOS. Dia menegaskan, anggaran yang bersumber dari APBN itu bisa digunakan untuk perawatan sarana dan prasarana (sarpras) sekolah.


          Data yang dihimpun koran ini dari laman BOS Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), laporan terakhir penggunaan dana BOS di SDN 1 Ganungkidul yang tersaji di 2016 dan 2017. Sedangkan laporan tahun lalu dan tri wulan pertama tahun ini tidak ditampilkan.


          Pada 2016, berdasar laporan di laman tersebut, SD yang berlokasi di Jl Merdeka, Nganjuk itu sebenarnya mengalokasikan anggaran BOS untuk pemeliharaan dan perawatan. Total anggarannya sebesar Rp 60,58 juta. Rinciannya, di triwulan pertama sebesar Rp 2,87 juta, triwulan II Rp 17,71 juta, triwulan III Rp 19,37 juta dan triwulan IV Rp 20,63 juta.


          Sedangkan pada 2017, hanya triwulan pertama dan kedua yang tertulis dalam laporan. Di tahun tersebut, total anggaran pemeliharan dan perawatan sarpras sebesar Rp 22 juta. Rinciannya, triwulan pertama sebesar Rp 11,3 juta dan triwulan kedua Rp 10,7 juta.


          Suroto menjelaskan, sekolah lain bisa menggunakan dana BOS untuk perawatan sarpras. Misalnya untuk pengecatan, pemeliharaan atap dan plafon ruang kelas serta perawatan sarpras lainnya. “Jadi tidak perlu menunggu perbaikan. Apalagi sampai jebol,” tandasnya.


          Sementara itu, Aris Arianto, salah satu guru SDN 1 Ganungkidul mengatakan, perbaikan plafon dilakukan sejak pagi. Kemarin sore, plafon baru sudah terpasang. Selain itu, pihaknya juga mengecat ruang kelas tersebut. “Selama perbaikan, anak-anak dipindah dulu ke aula,” ungkap guru bahasa Inggris ini.

Editor : adi nugroho
#berita nganjuk #radar nganjuk