KEDIRI, JP Radar Kediri- Perjalanan skuad Macan Putih di BRI Super League masih panjang. Ada sembilan laga lagi yang harus dihadapi.
Karenanya, tim pelatih tidak buru-buru memberi libur kepada Ezra Walian dkk usai menantang Persib Bandung, Senin (9/3).
“Kami akan menjalani latihan dulu sebelum memberi libur ke pemain,” kata Head Coach Persik Kediri Marcos Reina Torres.
Rencananya, latihan akan dilanjutkan hingga hari ini (12/3). Setelahnya para pemain bisa mendapatkan libur.
Nah, menariknya, libur yang diberikan tidak akan selama jeda pertandingan. Sebabnya, pelatih asal Spanyol itu ingin segera mempersiapkan anak asuhnya untuk menghadapi laga selanjutnya. Laga melawan Persijap Jepara (6/4).
“Rencananya tanggal 23 akan kembali (berlatih, Red) untuk mulai menyiapkan tim untuk menghadapi Jepara (Persijap),” ujar Marcos membeberkan rencananya di jeda kompetisi ini.
Artinya, skuad Macan Putih memiliki persiapan panjang untuk menjamu Persijap Jepara. Kurang lebih selama dua minggu.
Harusnya, momen ini menjadi momen yang tepat untuk memperbaiki segala kelemahan tim. Utamanya dari segi pertahanan Persik Kediri.
Tak hanya itu, Marcos juga harus bisa membuat anak asuhnya lebih disiplin dalam bertahan. Tidak membuat kesalahan sendiri.
Seperti saat laga terakhir, Muhammad Firli dan Adrian Luna membuat kesalahan fatal di titik putih.
Lalu kesalahan itu berbuah penalti untuk tim lawan, Persib Bandung. Hasilnya, skuad Macan Putih harus tertinggal 2-0 di babak pertama laga tersebut.
Jauh sebelumnya, kesalahan juga dilakukan pemain Macan Putih di kotak terlarang. Kesalahan yang dilakukan bukanlah pelanggaran.
Melainkan gol bunuh diri. Itu terjadi pada laga kontra Arema FC dan Bali United FC. Pemain yang melakukannya adalah Moch. Supriadi dan Muhammad Firli.
Untungnya, Persik Kediri masih bisa meraih kemenangan di laga kontra Bali United FC (30/1). Sementara, atas Arema FC (11/1), skuad Macan Putih harus pulang ke Kediri dengan tangan kosong.
Melalui persiapan yang panjang, semua kesalahan itu harusnya tidak terjadi lagi di laga-laga berikutnya.
Legenda Persik Kediri Suswanto menilai bahwa pemain belakang Persik belum bisa bermain dengan tenang. Padahal, menurutnya, ketenangan merupakan hal utama yang harus dimiliki pemain di lini bertahan.
“Harus punya ketenangan namun cepat ambil keputusan. Kapan bola diambil sekali dan hapan harus di delay pemain lawan. Yang terpenting lawan ga bisa mengarahkan bola ke gawang,” katanya.
Oleh karenanya, dia menyarakan agar pelatih memberi treatment khusus terhadap empat pemain belakang Persik. Dengan terus menempa, lini pertahanan akan semakin kompak.
“Kalau sudah kompak, pasti akan, otomatis akan saling mengisi biar solid,” tandasnya memberi masukan.
Untuk diketahui, laga melawan Persijap Jepara, anak asuh Marcos memiliki statistik yang lebih bagus.
Di samping itu, laga juga akan berlangsung di kandang sendiri. Praktis, kemenangan jadi harga mati! (em/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita