“Dalam sepak bola kemasukan gol itu adalah hal yang wajar. Yang penting, para pemain harus memenangkan pertandingan. Artinya bisa mencetak gol lebih banyak dari jumlah kemasukan,” tegas sang pelatih.
Sayangnya, harapan Marcelo itu belum terwujud di timnya. Dua kali uji coba, Persik selalu kebobolan. Sayangnya, para ujung tombak gagal memanfaatkan peluang menjadi gol.
Ketika menghadapi Dewa United di uji coba pertama para pemain depan Persik bisa menyarangkan satu gol ke gawang lawan. Tapi, pertahanan mereka dedel duel. Bisa dijebol striker lawan sebanyak tiga kali.
Sementara di pertandingan Sabtu (17/6) lalu, pertahanan Persik lebih solid. Mereka hanya kebobolan satu gol. Sayang, tidak ada sebiji gol pun yang dibuat oleh barisan penyerang mereka.
Nah, problem mandul di lini depan tersebut yang menjadi pekerjaan rumah (PR) berat Marcelo. Tidak ada cara lain kecuali terus men-drill para pemain depan dengan latihan peningkatan insting mencetak gol.
“Latihan terus berlanjut. Terutama meningkatkan finishing para striker,” terang sang entrenador.
Marcelo mengakui, finishing touch pemain depannya masih tak maksimal. Terutama dua striker yang dimainkan saat itu, Pedro Paulo dan Flavio Silva. Karena itulah fokusnya saat ini adalah mempertajam naluri gol para penyerang itu. Termasuk pula M. Khanafi, Rendy Juliansyah, hingga Faris Aditama.
Harapannya, dengan latihan tersebut, insting mencetak gol pemain depannya dapat meningkat. Dan untuk mengetahui apakah upayanya berhasil, adalah pada uji coba ketiga nanti.
Menurutnya, laga uji coba terakhir tersebut akan menjadi ujian terakhir bagi para pemain. Salah satunya ujian untuk menentukan siapa yang akan menjadi striker inti musim depan.
“Kami masih terus lihat perkembangan dari para pemain,” tutupnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah