KOTA, JP Radar Kediri – Persikmania pasti mengenal nama Sugiono. Meski bukan pemain, pria 47 tahun ini sudah mengabdi sebagai kitman di Persik sejak 1999. Gik –begitu dia kerap disapa- ikut mengalami masa pasang-surut klub berjuluk Macan Putih itu selama 21 tahun.
Gik mengatakan, bergabung pertama kali di Persik sebagai pembantu perlengkap. Dia membantu Waladi yang sudah menjadi bagian perlengkapan di skuad Persik. “Tidak berselang lama saya bergabung, Pak Waladi mengundurkan diri karena sudah sepuh. Akhirnya saya mulai belajar,” ucapnya.
Sebelumnya, Gik adalah pemain sepak bola amatir. Dia bergabung dengan PS Banaran yang mengikuti kompetisi internal Persik. Dari sana, dia banyak mengenal beberapa petinggi klub kebanggaan warga Kediri itu.
Tak dinyana, bergabungnya Gik di Persik membuat perjalanan hidupnya berubah. Pria asal Kelurahan/Kecamatan Pesantren ini menjadi saksi prestasi Persik di musim 2003 dan 2006. Bahkan, ketika Persik awal-awal mencuat di belantika persepak bolaan tanah air.
“Saya juga merasakan Persik ikut terdegradasi,” ucap pria yang juga berprofesi sebagai aparatur sipil negara (ASN) di Pemkot Kediri ini.
Setelah menjalani ‘karir’ selama puluhan tahun, perannya belum tergantikan. Dia sudah mengikuti Persik ke mana pun. Bahkan, ke luar negeri seperti Australia dan Vietnam saat Persik tampil di Liga Champions Asia.
Perjalanan tersebut menjadi pengalaman sangat berharga baginya. Gik berharap, Persik bisa jadi juara musim ini. “Kalau jadi juara, akan jadi rekor tersendiri. Karena belum ada klub yang bisa juara selama tiga musim di kasta yang berbeda,” ucapnya. (baz)
Editor : adi nugroho