Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Puncak Mudik Kediri Raya Diprediksi Berlangsung Mulai Selasa 17 Maret 2026

Hilda Nurmala Risani • Senin, 16 Maret 2026 | 02:00 WIB

Puncak Arus Mudik Lebaran Dimulai, Begini Kondisi Arus Lalu Lintas di Mengkreng Kediri
Puncak Arus Mudik Lebaran Dimulai, Begini Kondisi Arus Lalu Lintas di Mengkreng Kediri

KEDIRI, JP Radar Kediri- Puncak arus mudik masih diperkirakan terjadi besok, Selasa (17/3). Namun, kepadatan lalu lintas sudah terjadi di ruas-ruas jalan di dalam Kota Kediri. Dinas perhubungan (dishup) pun mulai memberikan perhatian khusus di beberapa ruas jalan.

“Kalau untuk titiknya, kemungkinan besar (kemacetan) akan ada di Mrican dan tengah kota. Di antaranya itu di Jalan Hayam Wuruk dan Jalan Dhoho. Sebagai tempat berkumpulnya orang-orang,” terang Kepala Dishub Kota Kediri Arief Cholisudin.

Menurutnya, kepadatan di tempat-tempat itu memang sudah terjadi jauh sebelum masa arus mudik. Kondisi tersebut akan semakin parah ketika memasuki puncaknya besok. Upaya mengurai kepadatan sudah disiapkan. Seperti memaksimalkan pengaturan melalui Area Traffic Control System (ATCS).

Baca Juga: Operasi Ketupat Semeru Dimulai Hari Ini, Pengendara Wajib Tahu Hal Ini!

“Kebanyakan macetnya itu karena kena persimpangan. Sehingga harus antre di traffic light-nya. Sekiranya ada titik yang terlalu panjang berarti lampu hijaunya kami perpanjang,” beber Cholis.

Dishub juga akan menyiagakan 300 personel. Membantu mengurai kepadatan lalu lintas. Termasuk mengatur parkir tepi jalan yang kerap memicu kemacetan.

Rekayasa lalu lintas juga disiapkan. Pengguna jalan yang hanya melintasi Kota Kediri diarahkan ke jalur alternatif. Misal, dari arah Nganjuk bisa mengambil jalur alternatif melalui Kelurahan Ngampel agar terhindar dari kepadatan di simpang empat Mrican.

“Bisa ambil kanan di perempatan Banyakan lewat jalan tembus yang sudah ada rambu-rambunya, sampai nanti tembus di daerah perempatan Sukorame. Sehingga nggak harus lewat tengah kota,” urai Cholis.

Baca Juga: Kendaraan Luar Kota Kediri Diarahkan Lewat Jalur Alternatif, Ini Rekayasa Lalu Lintas Yang Diterapkan Polresta

Sedang yang dari arah Tulungagung dan Blitar bisa mengambil jalur alternatif melalui Jalan Waringin. Jalur ini tembus ke Blabak hingga Simpang Lima Gumul.

“Sehingga yang arahnya ke utara nanti bisa menghindari kepadatan di daerah Ngronggo dan Bence,” imbuhnya.

Sementara itu, peningkatan penumpang juga terjadi di moda transportasi kereta api. Wilayah Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun mencatat hal itu. Belasan ribu penumpang naik dan turun di berbagai stasiun dalam satu hari.

“Ada 5.880 penumpang (dalam sehari) yang diberangkatkan dari berbagai stasiun. Sedangkan angka kedatangan jauh lebih tinggi. Yaitu 11.879 penumpang (dalam sehari),” terang Manager Humas Daop 7 Madiun Tohari.

Bila ditotal dalam seminggu, terdapat 16.180 penumpang yang berangkat. Sedangkan total penumpang yang datang mencapai 27.811 orang.

Baca Juga: Stasiun Kediri Layani Ribuan Penumpang Kereta Api Selama Momen Libur Panjang

Selama masa angkutan Lebaran, PT KAI juga mencatat 128.163 tiket dengan pelayanan kereta api (KA). Sementara jumlah perjalanan KA Jarak Jauh (KAJJ) rata-rata per hari sebanyak 72.

"Angka ini setara dengan 58 persen jika dibandingkan dengan total realisasi penumpang pada tahun 2025 yang mencapai 221.721 orang. Mengingat masa angkutan masih panjang, angka ini diprediksi akan terus bertambah," imbuhnya.

Bagaimana dengan Stasiun Kediri? Berdasarkan data yang ada, sejak 11 Maret lalu hingga 1 April nanti sudah tercatat 11.989 penumpang yang berangkat. Sedangkan yang datang mencapai 11.357 orang.

Jumlah tersebut kemungkinan masih akan bertambah. Sebab, tiket pra-Lebaran hingga 20 Maret masih tersedia. Mencapai 3.297 tiket kelas Eksekutif dan 1.863 tiket kelas Ekonomi.

Menurut Tohari, mayoritas penumpang membeli tiket untuk ke kota-kota besar. Destinasi favorit dan alternatif perjalanan menuju Solo Balapan, Jogjakarta, Purwokerto, Cirebon, Jakarta, dan Bandung.

“Bagi penumpang tujuan Solo atau Yogyakarta ini disarankan memanfaatkan tarif khusus untuk mendapatkan harga yang lebih terjangkau,” tandasnya.

Dia juga memberi tips khusus agar calon penumpang tak kehabisan tiket. Yaitu dengan fitur connecting train yang ada di aplikasi Access by KAI. Ini untuk mencari rute alternatif dengan menyambungkan dua jadwal kereta api. Kedua, melalui layanan digital. Manfaatkan kemudahan pemesanan melalui kanal resmi guna menghindari antrean dan potensi penipuan.

“Kami mengajak masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik dan memanfaatkan layanan digital KAI. Dengan berbagai inovasi layanan yang terus kami hadirkan, KAI berkomitmen melayani kebutuhan transportasi masyarakat dengan aman dan nyaman. Khususnya dalam masa angkutan Lebaran tahun ini,” pintanya.

Sementara itu pula, padatnya arus mudik juga diantisipasi masyarakat. Seperti Ratnasari, yang memilih menumpang angkutan umum untuk mudik ke Purwokerto.

“Awalnya mau pakai mobil. Cuma, jalan tol hanya sampai Jogja. Sudah pasti dari Jogja ke Purwokerto bakal macet dan makan waktu,” uca warga Kelurahan/Kecamatan Mojoroto ini berasalan.

Untuk baliknya pun dia memilih mengambil tanggal sebelum puncak arus balik yang diprediksi pada 23 – 24 Maret. Strategi itu dia ambil untuk menghindari peningkatan kepadatan pemudik. Termasuk di transportasi umum sekalipun.

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#kereta api #lalu lintas #mudik #lebaran 2026 #padat #kota kediri