KEDIRI, JP Radar Kediri - Ibarate, Yu Minthul ini kegedhen empyak kurang cagak. Kebanyakan atap tapi kurang tiang penyangganya. Bisa diduga kan akhirnya? Ya jelas ambruk!
Lalu apa kaitannya dengan Yu Minthul? Ya jelas, paribasan kuwi menggambarkan perempuan asal Kecamatan Kota, Kota Kediri ini yang kakean gaya tetapi ora nduwe biaya sing cukup. Alias, besar pasak daripada tiang, peh!
“Bocahe senengane belanja lan dolan. Sejatine ora duwe duwit,” omel Kang Dalbo, suaminya.
Baca Juga: Hobi Gelut Bikin Rumah Tangga Mawut
Wajar bila Kang Dalbo menggerutu. Sebab, dia yang akhirnya jadi korban. Dia sering utang duwit merga nuruti kepengenane sang bojo.
Tentu saja, awalnya Kang Dalbo royal dan nuruti apa wae keinginan istrinya gara-gara iba dengan rengekannya. Yang mengaku akan lebih rajin mengurusi urusan rumah apabila semua dituruti.
“Jenenge bojo ora iso yen dijaluki tapi ora iso wenehi. Mau tidak mau aku golek utangan supaya bojoku seneng,” imbuhnya.
Baca Juga: Tetangga Congkrah, Rumah Tangga Bubrah
Singkat cerita, baru menikah satu tahun, hutang Kang Dalbo sudah mencapai puluhan juta. Itu belum termasuk dengan bunga-bunga di masing-masing tempat.
Saat disambati, Yu Minthul tidak menunjukkan rasa iba dengan sang bojo. Yang ada justru menyalahkan karena Kang Dalbo kurang bekerja keras sehingga tak mampu mencukupinya.
“Nelangsa rasane aku. Kerja ora ngerti wayah tapi iseh kurang wae. Padahal kepala wes dadi kaki. Begitupun sebaliknya,” tandasnya.
Kang Dalbo pun berupaya sabar. Tetapi yang ada justru istrinya semakin tak tahu diri. Menuntut sesuatu yang tak mampu dicukupi oleh Kang Dalbo yang hanya bekerja sebagai karyawan BUMN.
Baca Juga: Nuruti Gengsi, Akhire Kecemplung Bui
Mirisnya, gaji Kang Dalbo setiap bulannya selalu habis untuk menuruti gaya hidup istrinya. Baik untuk membeli barang-barang branded maupun sekadar jalan-jalan cantik.
“Mau gimana lagi, namanya istri. Mau dicerai tapi anak sudah dua,” gerutu Kang Dalbo.
Kang Dalbo pun semakin pusing ketika anaknya mulai masuk sekolah. Yu Minthul ingin anaknya masuk sekolah TK internasional. Sedangkan biayanya mahal.
Baca Juga: Pegatan merga Kesel Ngurusi Kumbahan
Ketika diajak berdiskusi, Yu Minthul tak mau tahu. Dia tetap kekeh untuk menyekolahkan anaknya di tempat terbaik. “Wes utang merga nuruti gaya hidupe belum lunas. Eh, iki ditambah biaya anak sekolah. Apa gak tambah dedel duel aku,” omel Kang Dalbo.
Kang Dalbo pun kemarin berupaya mendatangi pengadilan agama. Selain untuk mendiskusikan proses perceraian juga meminta saran untuk menemukan jalan terbaik.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian