KEDIRI, JP Radar Kediri - Yu Minthul bisa disebut sebagai perempuan yang sempurna. Tidak hanya parasnya saja yang cantik. Dia juga terkenal santun dan taat beribadah. Tak heran, Sudrun, yang saat itu masih berteman, langsung jatuh cinta.
Ya, perempuan asal Kecamatan Kota, Kota Kediri itu menikah dengan Sudrun yang merupakan sahabatnya sejak di bangku sekolah menengah pertama (SMP). Hubungan keduanya berawal dari pertemanan remaja biasa.
“Layaknya berteman seperti apa. Ngobrol secukupnya, tapi luwih akeh ngrepotine,” kata Yu Minthul sembari tertawa.
Singkat cerita, pertemanan mereka berubah saat sudah masuk dunia kerja. Perlahan bibit cinta tumbuh setelah keduanya saling memberi perhatian.
Baca Juga: Prawan Kasep Ketemu Jamet
Yen dulunya cuma sebatas curhat, kini sudah berubah rasa nyaman. Mereka pun sering menghabiskan waktu liburan bersama saat sedang libur bekerja.
“Kebetulan deweke kuwi wis kenal wong tuwaku. Dadi yen saiki kerep metu bareng wes ora diseneni. Istilahe wong tuwaku wes percaya,” lanjut Yu Minthul.
Setelah keduanya merasa yakin, Sudrun meminta izin kepada orang tua Yu Minthul untuk menikah. Dan mereka juga langsung menyetujuinya.
Setelah menikah, Yu Minthul dan Sudrun langsung tinggal di rumah kontrakan. Alasannya karena mereka ingin hidup mandiri. Merasa belum yakin, Yu Minthul sempat menolak.
Baca Juga: Seneng ‘Gawene’, Ora Gelem Hasile
“Tapi yo piye maneh jenenge istri manut opo omonge suami. Mau tidak mau tetap harus mau,” gerutu Yu Minthul.
Anak semata wayang itu pun langsung merasa kesusahan ketika tinggal dengan suaminya saja. Apalagi, selama ini dia selalu dibantu oleh asisten rumah tangga. Terutama untuk mencuci baju dan memasak.
Dengan hidup sendiri, dia harus belajar dari nol. Termasuk cara memasak yang benar. Sebab, selama ini suaminya meminta deweke untuk hemat. Demi bisa segera membangun rumah.
“Baru satu bulan menikah deweke sudah komplain yen masakanku ora enak. Iku gawe lara atiku,” omel Yu Minthul.
Baca Juga: Kepincut Tanggane, Sudrun Lali Anak Bojone
Tak hanya di situ saja, Sudrun juga komplain kalau baju yang dicuci Yu Minthul ora bersih. Padahal harusnya sebagai suami dia mengerti jika istrinya baru belajar.
“Ternyata orang yang kita kenal nalika pacaran bakal beda jauh ketika hidup bersama. Hari-hari isine mangkel merga dikomplain terus-terusan,” beber Yu Minthul.
Merasa sakit hati, Yu Minthul pun memilih pulang ke rumah orang tuanya tanpa sepengetahuan Sudrun. Saat Yu Minthul menceritakan masalahnya kepada sang ayah, dia langsung mendapat nasihat untuk bercerai.
Baca Juga: Ambruk gara-gara Jeruk Mangan Jeruk
“Bapakku ngongkon aku pegatan wae. Meskipun usia pernikahanku masih seumur jagung. Merga gak rela yen anak semata wayange urip sengsara,” tandasnya.
Mendapat dukungan dari orang tuanya, Yu Minthul semakin mantap mengakhiri biduk rumah tangganya. Wis intinya rasa sayang kalah karo rasane sengsara. Peh!
Editor : Andhika Attar Anindita