KEDIRI, JP Radar Kediri - Biasanya, orang akan senang bila punya istri cantik nan langsing. Bisa dipamerke yen teka ke undangan-undangan manten atau resepsi lain. Juga, bisa marai betah neng omah terus. Lha wong duwe bojo sing bodine asyoi kayak ngunu kan mesti anteng ketika berada di rumah.
Nanging, tidak demikian kejadiannya dengan kisah Yu Minthul dan Kang Dalbo kali ini. Keluarga yang tinggal di Kecamatan Pesantren, Kota Kediri ini justru kerepotan gara-gara bodi langsing si istri. Untunge, ora sampek bikin geger sing berujung cerai. Peh, sik untung yen ngunu.
Kisah ini bermula ketika Yu Minthul menerapkan falsafah Jawa, ajining raga saka busana. Harga diri itu ditentukan dari busana yang kita kenakan. Tapi, bagi Yu Minthul filosofi kuwi perlu ditambah. Yaitu dengan rupa alias penampilan fisik.
Baca Juga: Ambruk gara-gara Jeruk Mangan Jeruk
“Percuma klambine apik tapi rupane ora mendukung. Ya bakale ora enek sing ngelirik,” kilah Yu Minthul.
Sakjane lho, Yu Minthul termasuk wong wedok yang parasnya ayu. Tapi, baginya itu belum cukup. Deweke masih perlu melakukan oplas di beberapa bagian.
Mahal? Ya mesti! Namun tak menjadi masalah besar baginya. Penghasilannya setiap bulan bisa belasan juta rupiah. Belum lagi dia rabi dengan Kang Dalbo yang juga sanggup membiayai semua kebutuhannya.
Baca Juga: Sik Kere Setia, Wis Kaya Mendua
“Kebetulan usaha skincare laris manis bertahun- tahun. Mangkane aku ya semangat memoles wajah karena sesuai dengan usahaku. Bene wong-wong tertarik membeli produkku,” dalihnya.
Ada lagi alasan Yu Minthul memoles fisiknya lebih oke. Yaitu ben Kang Dalbo ora tolah- toleh neng wong wedok liyane. Ben tambah manut neng deweke.
“Lha bojoku kuwi saben dina, saben jam, saben menit, diubengi wong wedok singayu-ayu. Ngerti dewe ta pacakane pegawai bank kayak piye,” omel Yu Minthul.
Baca Juga: Ora Waras gara-gara Miras
Ditanya apa saja yang sudah diubah, Yu Minthul pun menyebutkan satu per satu. Mulai dari sing pertama adalah irung. Hidung yang wis bangir kuwi ditambah dawane kaya irunge pinokio. Berlangsung nalika dia liburan neng luar negeri lima tahun lalu.
Setelah hidung ditambahi mancung, ternyata belum cukup bagi Ibu dari satu anak ini. Dia melakukan operasi sedot lemak agar bodine tetap seksi.
Apakah cukup sampai di sini? Tentu tidak. Rencanane, dia masih akan memoles bagian tubuhnya sing lain. Sasarannya kali ini adalah meniruskan wajah.
Masalahnya, bojone mulai mumet. Kepalane pening alias ngelu. Uang yang harus dibelanjakan ben ayu selangit. Dia pun mulai menyerah.
Baca Juga: Awalnya Cinta, Ujung-ujungnya Trauma
“Bojoku sakjane kemrusung merga pengeluarane akeh. Jarene akan tetap setia bagaimanapun bentuk tubuhku. Tapi kan wong lanang saiki ora bisa dipercaya,” omel Yu Minthul.
Akhire mau tidak mau Yu Minthul kembali menggunakan uangnya sendiri untuk melakukan permak tubuhnya. Seperti yang dilakukan sebelum menikah dengan bojone kuwi. Sedangkan duwit saka bojone murni dinggo urusan rumah tangga.
Oalah yu, yu, pingin ayu wae kok bikin suami semakin ngelu. Pingin langsing bojomu menjadi kian pening. Peh, pancen wis zaman edan.
Editor : rekian