Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ora Waras gara-gara Miras

Hilda Nurmala Risani

Ilustrasi peredaran miras oplosan
Ilustrasi peredaran miras oplosan
 


Advertisement

KEDIRI, JP Radar Kediri - Senenge Kang Dalbo neng minuman keras (miras) wis kenemenen. Bagaimana tidak, bola-bali sara karena miras, eh, tetap saja dilakoni.

Paling, mung kapok sesaat. Istilahe kapok lombok. Begitu ‘pedese’ ilang ya bali maneh neng kebiasaan buruk kuwi.

Padahal Kang Dalbo wis entek-entekan akibat miras. Ora mung kehilangan duwit, dia pernah hampir gila karena judi kuwi.

Advertisement

Baca Juga: Awalnya Cinta, Ujung-ujungnya Trauma

“Ya nalika kuwi karena ngombe miras kakehan bojoku ndleming ngalor ngidul ora jelas. Sampek aku wes mempersiapkan diri yen deweke jadi gendeng,” ujar Yu Minthul, perempuan asal Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri.

Menurut Yu Minthul, Kang Dalbo ora bisa lepas dari miras karena itu kegemaran yang sudah dilakukan sejak muda. Sakdurunge menikah dengan Yu Minthul.

Advertisement

Nalika miras, semua barang bisa dipertaruhkan. Ora mung duwit sing ana di dompet, juga tabungan dan barang berharga yang ada di rumah. Sebab duwit gajine wes entek digawa Yu Minthul, tak heran deweke berupaya mencari celah untuk menggadaikan barang menjadi satu botol miras.

“Aku sampek waleh nuturi bojoku kuwi. Yen tak takoki alasane mendem merga akeh pikiran. Padahal aku jarang nuntut merga nyadari yen bojoku kayane cupet,” Yu Minthul terus mengomel.

Sakjane, ketika anak-anake beranjak besar, penyakit mendem Kang Dalbo mulai berkurang. Bahkan, kepada istrinya dia mengaku sudah leren. Dia menyadari yen anake butuh biaya akeh. Sehingga dia pun berupaya mencari penghasilan tambahan.

Tapi, penyakit itu kambuh lagi ketika usaha sampingan Kang Dalbo bangkrut. Jika biasane setelah pulang kerja dari pabrik deweke masih jadi blantik motor. Kini sudah tidak, longgarnya waktu itu membuat Kang Dalbo kembali tergoda.

“Pas ora ana gawean tambahan, dia cangkrukan neng warung. Saat itulah tabiat mendemnya kambuh,” gerutu Yu Minthul.

Yu Minthul tahu kebiasaan buruk suaminya kumat ketika dilapori oleh tetangganya. Satu minggu terakhir deweke sering keluar malam alasannya ndelok motor, eh, jebule lagi mendem neng warung.

Akhirnya, kesabaran Yu Minthul pun entek. Dia tak kuat lagi ndeleng bojone menghabiskan uang untuk mendem.

“Wis, ora kuat aku ngladeni bojoku sing seneng mendem. Yen tukaran wes kayak wong gendeng kabeh barang iso dilemparne neng aku. Luwih becik tak pegatan wae,” pungkas Yu Minthul.

Anak-anak Yu Minthul awalnya mencegah. Namun, Yu Minthul berupaya menjelaskan bahwa bapake sudah kecanduan miras. Yu Minthul pun tidak kuat yen harus bertahan menghadapi sang bojo yang sering ora waras nalika mendem.

Pada akhirnya pernikahan yang dibangun selama 15 tahun itu pun berakhir tragis. Kang Dalbo kehilangan istri dan anak-anaknya hanya karena satu botol miras. Oalah Kang Dalbo .. Kang Dalbo apes tenan uripmu!

Advertisement
Editor : Andhika Attar Anindita

Artikel Terkait

Usung Misi Bangkitkan Ekosistem Bisnis, HIPMI Kabupaten Kediri Kolaborasi dengan Radar Kediri

Usung Misi Bangkitkan Ekosistem Bisnis, HIPMI Kabupaten Kediri Kolaborasi dengan Radar Kediri

Sinergi yang dibangun dengan Jawa Pos Radar Kediri diharapkan bisa membuka jalan organisasi pengusaha muda ini untuk mengabdikan diri bagi masyarakat Kediri.

Siap Unjuk Bakat! Peserta School Contest XVIII Antusias Mengikuti TM

Siap Unjuk Bakat! Peserta School Contest XVIII Antusias Mengikuti TM

Antusiasme menyambut School Contest XVIII – GENZVERSE Digital Roots Local Soul semakin terasa. Kemarin (21/10), peserta dari empat kategori lomba bersemangat

Excited Menunggu School Contest 2026! Empat Lomba Ikuti Technical Meeting Hari Pertama

Excited Menunggu School Contest 2026! Empat Lomba Ikuti Technical Meeting Hari Pertama

Atmosfer persaingan di antara para peserta School Contest  2026 mulai terasa. Setidaknya terlihat dalam technical meeting (TM) hari pertama-dari rencana tiga hari.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer