Seperti yang terjadi di salah satu desa di Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri ini. Wong namanya juga orang gila, seenak udele wae melakukan segalanya. Termasuk memasuki rumah orang, peh!
Lebih repot lagi, eh, si tamu tak diundang itu justru hendak memukuli si pemilik rumah. Berdalih justru si pemilik rumah sing niat maling, peh!
Kisah bermula ketika Kang Dalbo pulang dari Balikpapan, mendatangi rumah kerabatnya.
Nanging, durung suwe berada di rumah kerabatnya itu, Kang Dalbo metu tanpa izin. Menaiki montor duwekne kerabate kuwi. Terus, muter-muter ora jelas tujuane.
Hingga akhirnya dia berhenti di salah satu rumah milik warga. Tanpa permisi, Kang Dalbo bablas wae mlebu omah kuwi. Langsung lungguh mecenuk neng kursi.
Kang Sudrun, sing duwe omah, mesti wae kaget. Dia pun mengira Kang Dalbo arep nyolong. Amarga mlebu omah tanpa kulanuwun.
Eh, ketika ditanya, Kang Dalbo malah muring-muring. Balik nuding Kang Sudrun sing arep maling. Dia pun melayangkan pukulan ke arah si pemilik rumah yang kebingungan.
Merasa terancam, si pemilik rumah berteriak. Warga pun berdatangan. Bukannya takut, Kang Dalbo malah balik melawan warga.
Melihat kelakuan Kang Dalbo seperti itu, warga pun esmosi, eh, emosi. Mereka bak bik buk ngantemi Kang Dalbo. Hingga akhirnya ada orang yang tahu bahwa Kang Dalbo mempunyai gangguan jiwa. Akhirnya, warga pun melapor ke Polsek Kras.
Polisi pun nguing-nguing marani tempat kejadian perkara. Kang Dalbo langsung dibanda. Tangane ditali menggunakan kabel. Kemudian, dibawa ke Polsek Kras.
“Diamanke disik, ngenteni keluargane njukuk,” jelas Kanit Reskrim Polsek Kras Bripka Muhamad Ihsantoso
Nah, ketika di kantor polisi, Kang Dalbo masih celometan ora karuan. Ngelantur ke sana ke mari.
“Sampean jukuk duwitku ning dompet, enek rong puluh,” katanya.
“Mulih e tak sewakne travel, tak bayari,” ocehnya selanjutnya.
“Duit ko ndi, sampean lo ra ndue duit,” timpal anggota reskrim yang sedang piket saat itu.
Sekitar pukul sepuluh, mobil siaga beserta perangkat desa Kanigoro datang dan membawa pria itu. Namun, sempat menolak dengan beralasan bahwa tangannya masih terikat. Oalah, dasar wong gendeng...
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah