Memang, pasti tidak semua sopir yang seperti itu. Namun, khusus kasus Kang Sudrun ini, rasan-rasan itu terbukti kebenarannya. Pengemudi truk asal Kecamatan Plemahan ini punya wanita idaman lain (WIL). Tentu saja hal itu tak diketahui oleh Mbok Ndewor yang dengan setia menunggu di rumah.
Kang Sudrun punya dalih mengapa dia menyimpan selingkuhan. “Ben ngirim momotan mesti suwe. Pirang-pirang dina nang dalan. Ora ketemu bojo. Ya tak kuku…,” dalihnya.
Memang, Kang Sudrun jarang berada di rumah. Lebih sering berada di jalanan. Paling-paling, sewulan hanya nem dina bisa berkumpul dengan sang istri. Padahal, dia termasuk lelaki yang bernafsu besar. Hasratnya sulit dibendung setiap kali muncul. Mangkane, dia banyak punya gendakan untuk menyalurkan hasrat besarnya itu.
Salah sijining gendakan itu adalah Yu Minthul. Rumahnya di Ngawi. Daerah perbatasan Jatim dan Jateng ini memang jadi salah satu lokasi singgahnya. Setiap kali berhenti untuk istirahat, Kang Sudrun bergegas mendatangi sang pacar gelap. Meminta pijet plus berhohohihe.
Namanya juga lelaki hidung belang, tentu pandai menyimpan rahasia. Keliarannya hanya dia tunjukkan ketika ada di jalanan. Sedangkan kala di rumah Kang Sudrun berubah kuthuk. Jadi lelaki rumahan yang terlihat setiap pada sang istri. Membuat Mbok Ndewor tak pernah curiga.
Selain itu, Kang Sudrun juga punya dua handphone. Satu yang diketahui sang istri. Satunya lagi dirahasiakan untuk berkomunikasi dengan para gendakan.
Nah, pepatah sepintar-pintar menutupi bangkai baunya akan tercium juga menemui kebenarannya. Lama-lama, aksi tipu-tipu Kang Sudrun ketahuan sang istri. Yaitu saat mencuci pakaian, Mbok Ndewor menemukan handphone di celana suaminya. Ternyata, saat itu Kang Sudrun lupa mengambil handphone rahasianya.
“Pas tak delok kok isine pesan masuk teka wong wedok liyane. Duh, kurang asem tenan Kang Sudrun,” gerutu Mbok Ndewor.
Saat itu dia sebenarnya hendak marah. Namun ditahan karena ingat nasib keluarga. Karena dia sudah punya anak. Sampai akhirnya, tragedi yang lebih parah itu datang. Yu Minthul datang dalam keadaan bunting besar. Minta pertanggungjawaban Kang Sudrun yang telah ‘memompa’ perutnya dan mengisi dengan janin.
Bak disambar geledek di siang bolong, Mbok Ndewor pun nyaris semaput. Dia pun meminta cerai dari suaminya. “Sapa sing kuat yen ngunu kuwi. Luwih becik pisah ae tinimbang ati lara terus,” tegasnya. Editor : Anwar Bahar Basalamah