
KEDIRI, JP Radar Kediri - Patrah ngenes tenan uripe Kang Dalbo iki. Wis susah mencari istri, eh, bojone ora cocok karo wong tuwane.
Tentu saja pernikahannya di ujung tanduk. Sebab jenenge ora cocok piye wae usaha kanggo nggatukne tetep angel. La opo nalika awal Kang Dalbo ora njaluk restu wong tuwane?
“Wes njaluk restu tapi memang wong tuwaku ora setuju. Aku ngengkel merga umurku wis lumayan tua,” terang Kang Dalbo, lelaki asal Kecamatan Pesantren, Kota Kediri itu.
Baca Juga: Bojone Kumat, Kang Dalbo Jaluk Pegat
Meski tak direstui, Kang Dalbo dan Yu Minthul tetap menikah. Setelah menikah mereka pun memilih tinggal di kontrakan. Mengingat keduanya adalah anak pertama yang masih memiliki adik di rumahnya.
Ya, keduanya ingin fokus terhadap kehidupan rumah tangganya. Maka dari itu hidup berdua menjadi pilihannya. Dibandingkan harus tinggal serumah dengan orang tua dan adik-adiknya.
“Ya wes tak turuti. Aku ngontrak nek perumahan. Supaya bojoku uripe luwih nyaman lan leluasa,” imbuhnya.
Untuk diketahui, Kang Dalbo berprofesi sebagai apoteker. Dia sering visit ke luar kota. Mengingat keahliannya itu membuatnya jadi tangan kanan atasannya di salah satu rumah sakit swasta di Surabaya.
Intensitas kerjanya yang cukup sibuk membuat Yu Minthul sering ditinggal di rumah sendiri. Awalnya, Yu Minthul selalu ngomel karena kehidupannya sebelum dan sesudah menikah tak ada bedanya. Sama-sama sendiri dan merasa kesepian.
“Awale ya bojoku sambat yen kesepian. Tapi deweke iso menikmati fasilitas merga aku kerja kayak ngene,” gerutu Kang Dalbo.




