
KEDIRI, JP Radar Kediri - Romansa tentang cinta lama memang tidak ada habisnya. Saking banyaknya hal yang sudah dilewati bersama. Baik suka maupun duka, otomatis tidak akan mudah untuk menghapusnya. Terlalu indah dilupakan tapi terlalu sakit untuk dikenang. Persis lirik di lagunya Koes Plus.
Jangan coba-coba untuk larut dengan kenangan cinta lama. Apalagi jika kita sudah berumah tangga. Sebab, tak sekadar berujung dilema. Namun juga membawa malapetaka.
Seperti rumah tangga Yu Minthul dan Sudrun. Niatnya mereka ingin nostalgia dengan kenangan lama. Eh, jluntrunge bojone njaluk pegatan. Iku merga Sudrun cemburu melihat Yu Minthul bertemu dengan sang mantan.
Adalah kondangan yang membuat Yu Minthul bertemu dengan mantan pacarnya. Yang menikah saat itu memang teman SMA Yu Minthul. Mau tidak mau, Yu Minthul pun harus datang meskipun sang suami tidak mengizinkan. “Itu karena ada mantan pacarku yang dianggap saingan,” ujar Yu Minthul, perempuan asal Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri.
Mengapa jadi saingan? Rupanya Yu Minthul dan Sudrun sudah saling kenal sejak SMA. Tetapi saat itu mereka belum berpacaran karena Yu Minthul masih berhubungan dengan teman sekelasnya.
Saat itu, pacar Yu Minthul ini memang dikenal pintar dan anak orang kaya. Tak ayal Sudrun pun minder mendekati Yu Minthul. Dia pun memilih menunggu Yu Minthul putus dari pacarnya. Kisahnya benar-benar mirip lagu Yovie and Nuno “Indah, Ku Ingat Dirimu”.
Baca Juga: Bojone Pergi Jauh, Yu Minthul Selingkuh
“Makanya sampai sekarang bojoku sensitif yen ngerti aku arep ketemu kanca SMA. Merga mendapatkan aku tidak mudah. Deweke harus menunggu bertahun-tahun dulu,” imbuhnya.
Jenenge ketemu kanca lawas pasti bahasannya terkait masa lalu. Apalagi, di acara pernikahan temannya, Yu Minthul benar-benar bertemu dengan mantane sing biyen pacaran selama 3 tahun. Nalika kuwi mereka mengobrol sampai berjam-jam. Ora eling yen enek anak bojone melu pisan.
Awalnya, Yu Minthul ora sadar yen diawasi karo bojone. Baru ketika dia melihat wajahe bojone wis ora penak, dia jadi kaget. Diajak ngomong ora gelem nyaut.




