Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Nasibe Apes seperti Endas Pethak Ketiban Empyak

Hilda Nurmala Risani

 

Ilustrasi wanita yang tertimpa kesialan secara berurutan.
Ilustrasi wanita yang tertimpa kesialan secara berurutan.


Advertisement

KEDIRI, JP Radar Kediri - Ibaratnya, nasib Yu  seperti endas pethak ketiban empyak. Endas gundul tertimpa langit-langit. Sudah apes, eh ketiban sial lagi.

Peh, kok bisa? Nah, simak baik-baik kisah ini. Bisa jadi contoh agar tidak mengalami serupa. 

Sejatinya, Yu Minthul salah satu contoh perempuan yang kurang bersyukur. Sudah mendapat nafkah cukup dari suaminya, justru dipergunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Berupaya mencari untung justru dapatnya buntung.

Advertisement

Baca Juga: Kakean Gaya tapi Ora Duwe Biaya

“Memang iki karmaku merga ora bisa bersyukur. Wes dinafkahi cukup iseh golek tambah. Ujunge, aku sing rugi,” ujar Yu Minthul, perempuan asal Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri itu.

Kronologi itu bermula saat Yu Minthul tertarik mengikuti investasi saham yang dibuat status WhatsApp temannya. Dia tergiur karena temannya yang ikut gaya hidupnya serba mewah.

Advertisement

Hampir semua yang digunakan merupakan barang branded. Handphonenya juga iPhone keluaran terbaru. Dia pun sering liburan ke luar negeri bersama suami dan anaknya.

“Jenenge wong wedok sapa sing ora pingin. Niatku ya bisa ngunu kuwi. Pingin setiap bulan isa liburan nang luar negeri,” imbuhnya.

Sayangnya, niat tersebut justru mengantarkan Yu Minthul pada keapesan. Ya, uang yang sudah diinvestasikan kepada temannya itu zonk alias penipuan.

Yu Minthul yang kaget pun langsung jatuh sakit. Hingga membuatnya harus mendapat perawatan di rumah sakit. Kang Dalbo pun juga bingung ketika melihat istrinya terkapar tak berdaya.

“Akhire aku mencoba jujur yen tabungan selama iki ludes. Tinggal sisanya saja yang tak seberapa,” terang Yu Minthul, perempuan usia 35 tahun itu.

Ya, Yu Minthul menginvestasikan tabungannya Rp 10 juta itu untuk bisa menjadi Rp 30 juta. Dengan kurun waktu selama tiga bulan sejak bergabung.

Nahasnya, satu bulan berlalu investasi tersebut zonk. Saat berupaya menanyakan kepada temannya justru informasi yang didapatkan sudah melarikan diri.

“Aku coba golek-golek info jarene memang pernah ngapusi. Aku sing ketiga jadi korban,” gerutu Yu Minthul.

Singkat cerita, harapan untuk uangnya kembali sudah tidak ada. Begitupun kondisi keuangan rumah tangga Yu Minthul. Kang Dalbo pun juga sudah sering marah tak karuan.

Akhirnya, pertengkaran-pertengkaran itu mulai muncul. Sebab ketika ada kebutuhan mendesak sisa uangnya sudah tidak bisa mencukupi lagi.

“Akhire bojoku sering ora gelem turu nek kamar. Jarene nyawang wajahku isine pegel wae,” omel Yu Minthul.

Tak menunggu lama, setelah 6 tahun menikah rumah tangga itu pun harus berakhir. Hubungan yang tidak harmonis itu melatarbelakangi Kang Dalbo memilih jalur perceraian. Begitupun Yu Minthul yang harus ikhlas menanggung risiko akibat perbuatannya.

“Jare bojoku yen diterusne mesakne mental anak-anak. Mending pisah wae supaya mereka ora nyawang wong tuwane tukaran,” pungkasnya.

Advertisement

Artikel Terkait

Mertua Ikut Campur, Rumah Tangga Hancur

Mertua Ikut Campur, Rumah Tangga Hancur

Memiliki mertua yang baik hati menjadi idaman setiap perempuan. Sayangnya tidak semua impian itu bisa terwujud.

Mertuane Kasar, Rumah Tanggane Buyar

Mertuane Kasar, Rumah Tanggane Buyar

jian rumah tangga tidak melulu datang dari suami. Bisa juga dari orang lain. Salah satunya adalah mertua.

Bara Cinta bak Bara Neraka

Bara Cinta bak Bara Neraka

Rasa cinta sering kali mengalahkan logika. Apa-apa sarwa indah dan menyenangkan. Ibarat kata, tahi kucing pun rasa cokelat.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer