Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kakean Gaya tapi Ora Duwe Biaya

Hilda Nurmala Risani

 

Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri - Ibarate, Yu Minthul ini kegedhen empyak kurang cagak. Kebanyakan atap tapi kurang tiang penyangganya. Bisa diduga kan akhirnya? Ya jelas ambruk!


Advertisement

Lalu apa kaitannya dengan Yu Minthul? Ya jelas, paribasan kuwi menggambarkan perempuan asal Kecamatan Kota, Kota Kediri ini yang kakean gaya tetapi ora nduwe biaya sing cukup. Alias, besar pasak daripada tiang, peh!

“Bocahe senengane belanja lan dolan. Sejatine ora duwe duwit,” omel Kang Dalbo, suaminya.

Advertisement

Wajar bila Kang Dalbo menggerutu. Sebab, dia yang akhirnya jadi korban. Dia sering  utang duwit merga nuruti kepengenane sang bojo.

Tentu saja, awalnya Kang Dalbo royal dan nuruti apa wae keinginan istrinya gara-gara iba dengan rengekannya. Yang mengaku akan lebih rajin mengurusi urusan rumah apabila semua dituruti.

“Jenenge bojo ora iso yen dijaluki tapi ora iso wenehi. Mau tidak mau aku golek utangan supaya bojoku seneng,” imbuhnya.

Singkat cerita, baru menikah satu tahun, hutang Kang Dalbo sudah mencapai puluhan juta. Itu belum termasuk dengan bunga-bunga di masing-masing tempat.

Saat disambati, Yu Minthul tidak menunjukkan rasa iba dengan sang bojo. Yang ada justru menyalahkan karena Kang Dalbo kurang bekerja keras sehingga tak mampu mencukupinya.

“Nelangsa rasane aku. Kerja ora ngerti wayah tapi iseh kurang wae. Padahal kepala wes dadi kaki. Begitupun sebaliknya,” tandasnya.

Kang Dalbo pun berupaya sabar. Tetapi yang ada justru istrinya semakin tak tahu diri. Menuntut sesuatu yang tak mampu dicukupi oleh Kang Dalbo yang hanya bekerja sebagai karyawan BUMN.

Mirisnya, gaji Kang Dalbo setiap bulannya selalu habis untuk menuruti gaya hidup istrinya. Baik untuk membeli barang-barang branded maupun sekadar jalan-jalan cantik.

“Mau gimana lagi, namanya istri. Mau dicerai tapi anak sudah dua,” gerutu Kang Dalbo.

Kang Dalbo pun semakin pusing ketika anaknya mulai masuk sekolah. Yu Minthul ingin anaknya masuk sekolah TK internasional. Sedangkan biayanya mahal.

Ketika diajak berdiskusi, Yu Minthul tak mau tahu. Dia tetap kekeh untuk menyekolahkan anaknya di tempat terbaik. “Wes utang merga nuruti gaya hidupe belum lunas. Eh, iki ditambah biaya anak sekolah. Apa gak tambah dedel duel aku,” omel Kang Dalbo.

Kang Dalbo pun kemarin berupaya mendatangi pengadilan agama. Selain untuk mendiskusikan proses perceraian juga meminta saran untuk menemukan jalan terbaik.

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Advertisement

Artikel Terkait

Mertua Ikut Campur, Rumah Tangga Hancur

Mertua Ikut Campur, Rumah Tangga Hancur

Memiliki mertua yang baik hati menjadi idaman setiap perempuan. Sayangnya tidak semua impian itu bisa terwujud.

Mertuane Kasar, Rumah Tanggane Buyar

Mertuane Kasar, Rumah Tanggane Buyar

jian rumah tangga tidak melulu datang dari suami. Bisa juga dari orang lain. Salah satunya adalah mertua.

Bara Cinta bak Bara Neraka

Bara Cinta bak Bara Neraka

Rasa cinta sering kali mengalahkan logika. Apa-apa sarwa indah dan menyenangkan. Ibarat kata, tahi kucing pun rasa cokelat.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer