Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Iparku, Sainganku  

Hilda Nurmala Risani

 


Advertisement

Ilustrasi Iparku, Sainganku.
Ilustrasi Iparku, Sainganku.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Berkomitmen untuk menjalin rumah tangga, berarti bukan lagi tentang hubungan antara dua orang semata. Melainkan harus bisa menerima keluarga pasangan sebagai keluarga barunya.

Itu juga disadari oleh Yu Minthul. Tak heran, ketika menerima pinangan Kang Dalbo, dia berusaha sepenuh hati untuk bisa membaur dengan keluarga bojone kuwi.

Advertisement

Namun, agaknya upaya perempuan asal Madura itu tidak mudah.“Wis sejak manten anyar sampek saiki adhine ngomong karo aku mesti ora penak,” kata Yu Minthul tentang Menik, adik iparnya.  

Perempuan domisili Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri itu mengaku jika hubungannya dengan Kang Dalbo memang singkat. Bahkan, tidak ada pacaran atau upaya perkenalan terlebih dahulu.

Advertisement

Sehingga adik iparnya yang semula bisa mendapat perhatian penuh dari abangnya terpaksa harus membagi dua dengan Yu Minthul. Cemburu-cemburu kecil itu pun ada, terlebih saat Kang Dalbo membelikan barang keinginan Yu Minthul.

“Kalau lagi punya barang baru mesti aku disatru. Padahal deweke juga sering dibelikan bojoku,” imbuh Yu Minthul.

Ketika curhat dengan Kang Dalbo, Yu Minthul justru diminta untuk bersabar. Mengingat usia adik iparnya yang masih berada pada angka belasan tahun.

Yu Minthul pun juga selalu berupaya melibatkan adiknya itu ketika berbelanja. Namun, ujungnya dia selalu bersikap menjengkelkan. Yaitu dengan meminta dituruti semua barang yang diinginkan.

“Ya lek belanja karo aku kudu hemat. Merga jenenge ibu rumah tangga butuhe akeh. Tapi deweke ora pengertian, justru ngomongne aku pelit,” tandasnya.

Untuk diketahui, adik ipar Yu Minthul tinggal bersama karena Kang Dalbo dan adiknya itu sama-sama merantau. Kebetulan adhine kuliah neng Kediri. Sedangkan wong tuwane tinggal neng Bojonegoro.

Dulunya sebelum ada Yu Minthul memang Kang Dalbo sangat perhatian dan memanjakan adiknya. Apa yang diminta selalu dituruti mengingat adiknya juga jauh dari orang tuanya.

“Karena kebiasaan kuwi adike jadi tidak tahu diri. Yen kabeh sek panggah njaluk dituruti sing ada keuangan rumah tangga morat-marit. Yen dituturi eneke ngajak gelut wae,” gerutu Yu Minthul.

Yang lebih membuat Yu Minthul gerah adalah kelakuan Menik yang menurutnya tidak masuk di akal. Termasuk perbuatannya yang secara tersirat seolah tidak mau kalah dengan kakak iparnya dalam berbagai hal.

Perilaku sang adik ipar yang selalu memojokkan Yu Minthul itu lantas diadukan kepada sang suami. Di luar nalar, Kang Dalbo hanya menenangkan istrinya dengan meminta bersabar.

“Lek ngene terus-terusan kan aku sing klenger. Bojoku malah santai. Mosok urip bareng tiga tahun ora enek perubahan,” pungkas Yu Minthul yang sudah tidak lagi betah tinggal dengan adik iparnya.

Advertisement

Artikel Terkait

Mertua Ikut Campur, Rumah Tangga Hancur

Mertua Ikut Campur, Rumah Tangga Hancur

Memiliki mertua yang baik hati menjadi idaman setiap perempuan. Sayangnya tidak semua impian itu bisa terwujud.

Mertuane Kasar, Rumah Tanggane Buyar

Mertuane Kasar, Rumah Tanggane Buyar

jian rumah tangga tidak melulu datang dari suami. Bisa juga dari orang lain. Salah satunya adalah mertua.

Bara Cinta bak Bara Neraka

Bara Cinta bak Bara Neraka

Rasa cinta sering kali mengalahkan logika. Apa-apa sarwa indah dan menyenangkan. Ibarat kata, tahi kucing pun rasa cokelat.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer