Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kurang Bersyukur, Rumah Tanggane Ajur

Hilda Nurmala Risani
Ilustrasi : Afrizal Syaiful M/JPRK
Ilustrasi : Afrizal Syaiful M/JPRK

Aja terlalu membanggakan apa yang dipunya. Sebab namanya hidup akan terus berputar. Terkadang ada di posisi teratas. Namun bisa saja dalam sekejap berada di posisi paling bawah.


Advertisement

Itu dialami rumah tangga Kang Dalbo dan Yu Minthul. Pasangan suami istri (pasutri) yang tinggal di Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Dulunya, rumah tangga mereka menjadi impian orang terdekatnya. Selain berkecukupan, juga penuh dengan kasih sayang.

“Mbiyen wong-wong neng sekitarku yen rabi pengen nduwe rumah tangga kayak aku lan Kang Dalbo. Rabi nalika wes mateng sembarange. Baik diri sendiri maupun harta benda,” ujar Yu Minthul.

Advertisement

Ya, Kang Dalbo dan Yu Minthul memang menikah ketika semua dalam kondisi siap. Tak heran ketika menikah kehidupannya serba berkecukupan. Termasuk langsung hamil setelah menikah.

Tak cukup di situ saja, Kang Dalbo juga terkenal gati dengan Yu Minthul. Apa maneh nalika bojone kuwi hamil, apa wae penjalukane pasti dituruti.

“Yen ngileng-ngileng rumah tanggaku mbiyen aku seneng banget. Wes nduwe bojo gati, maratuwa juga mbeneh. Kaya-kaya ora ana cobaan uripku,” beber Yu Minthul dengan melempar senyum.

Advertisement

“Ketika anakku lahir pun keluargaku semakin hangat. Bojoku, wong tuwaku lan maratuwa sering dolan neng omah. Membantu mengurusi anakku,” lanjut Yu Minthul, masing mengingat memori indah biyen.

Bahkan Yu Minthul melanjutkan hamil anak kedua. Deweke tidak ada trauma karena selama ini sangat dibantu orang-orang sekitarnya. Termasuk nduwe support system kaya Kang Dalbo kuwi.

“Tujuh tahun pernikahan penuh kebahagiaan. Iki rumah tangga sing tak impikan sejak dulu. Penuh kehangatan dan saling pengertian. Meskipun punya banyak kesibukan,” terang Yu Minthul.

Tak jarang Yu Minthul pun membagikan kebahagiaan itu melalui postingan sosial media. Banyak orang yang berkomentar ingin punya kehidupan sepertinya.

Sayangnya semua itu berubah ketika Yu Minthul ingin kembali bekerja kantoran. Deweke merasa butuh kesibukan karena anak-anaknya sudah mulai beranjak dewasa.

“Aku pengen balik kerja neng kantor. Merga biyen aku dadi pegawai bank. Sing pacakane modis lan banyak kesibukan,” omel Yu Minthul.

Atas diskusi yang alot Kang Dalbo pun menyetujui istrinya yang ingin kembali bekerja. Namun, semenjak Yu Minthul bekerja urusan rumah dan anak justru tidak terawat.

Seringkali Kang Dalbo pulang ke rumah dalam kondisi kosong. Begitupun anaknya yang tidak terurus. “Iki alasan sing gawe bojoku selingkuh. Jarene merga aku kurang merhatekne deweke,” gerutu Yu Minthul.

Yang bikin Yu Minthul semakin sakit hati adalah bojone selingkuh dengan teman kantornya yang kenal baik dengan dirinya. Tak heran Yu Minthul pun langsung menggugat cerai Kang Dalbo.

“Wes kadung lara ati. Yen aku salah kudune diomongi alon-alon bukane selingkuh. Pancene bojoku kurang bersyukur nduwe anak loro ayu tur ganteng, bojone gelem bantu pemasukan rumah tangga. Eh, malah main belakang,” pungkasnya dengan kesal.

Advertisement
Editor : rekian
Sumber : Radar Kediri

Artikel Terkait

Usung Misi Bangkitkan Ekosistem Bisnis, HIPMI Kabupaten Kediri Kolaborasi dengan Radar Kediri

Usung Misi Bangkitkan Ekosistem Bisnis, HIPMI Kabupaten Kediri Kolaborasi dengan Radar Kediri

Sinergi yang dibangun dengan Jawa Pos Radar Kediri diharapkan bisa membuka jalan organisasi pengusaha muda ini untuk mengabdikan diri bagi masyarakat Kediri.

Siap Unjuk Bakat! Peserta School Contest XVIII Antusias Mengikuti TM

Siap Unjuk Bakat! Peserta School Contest XVIII Antusias Mengikuti TM

Antusiasme menyambut School Contest XVIII – GENZVERSE Digital Roots Local Soul semakin terasa. Kemarin (21/10), peserta dari empat kategori lomba bersemangat

Excited Menunggu School Contest 2026! Empat Lomba Ikuti Technical Meeting Hari Pertama

Excited Menunggu School Contest 2026! Empat Lomba Ikuti Technical Meeting Hari Pertama

Atmosfer persaingan di antara para peserta School Contest  2026 mulai terasa. Setidaknya terlihat dalam technical meeting (TM) hari pertama-dari rencana tiga hari.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer