Sering mendengar seseorang menyebut si kulit bundar, kotak penalti, tendangan dua belas pas? Pernahkah sadar bahwa istilah-istilah itu ternyata kurang pas?
-----
Mungkin, tak ada olahraga yang istilahnya begitu banyak seperti halnya sepak bola. Berkembang dari hari ke hari, dari masa ke masa. Dulu, ketika saya kecil, penyebutan untuk posisi pemain mungkin hanya striker, gelandang, pemain sayap, bek, kemudian kiper. Saat ini, penyebutan untuk posisi pemain sudah bertambah kian rumit. Ada fals nine untuk seorang penyerang ‘palsu’. Yaitu pemain yang diposisikan seolah-olah sebagai striker tapi sebenarnya bukan. Nah!
Nah, ada pula versatile. Bahkan ketika saya masih berkutat dalam liputan sepak bola, istilah ini belum dikenal. Atau, kalaupun sudah dipakai tapi saya yang tidak mengenal (ha ha ha). Sebutan ini diberikan kepada pemain yang serba bisa. Istilah yang menyebut pemain yang bisa tampil sangat bagus di posisi yang bukan spesialisasinya. Misal, dia gelandang bertahan. Tapi juga bisa sebagai bek tengah.
Lainnya? Banyak. Ada brace, sebutan untuk pemain yang mencetak dua gol dalam satu pertandingan. Hat-trick bagi yang mencetak tiga gol, quat-trick untuk pencetak empat gol, dan quin-trick bila gol yang dibuat berjumlah lima. Bila golnya enam? Nah, ini menariknya. Banyak yang menyebut sebagai double hat-trick.
Lalu, pernah dengar pula orang menyebut si kulit bundar? Atau kotak penalti? Atau juga tendangan dua belas pas? Mungkin, banyak dari kita yang tak menyadari penggunaan istilah-istilah itu salah atau keliru memahami.
Menyebut bola dengan si kulit bundar jelas-jelas salah dalam kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Coba tengok di kamus besar bahasa Indonesia (KBBI)-yang jadi patokan kita dalam berbahasa. Ada perbedaan mendasar antara arti bundar dan bulat. Dalam KBBI, bundar bermakna berbentuk lingkaran dengan jari-jari yang sama. Sementara bulat, sang kamus lebih jelas mengartikan sebagai ‘berbentuk sebagai bola’.
Nah, pengistilahan yang pas untuk menyebut bola tentu saja si kulit bulat. Bukan si kulit bundar. Toh, kesalahan itu sudah menjamak. Sudah melumrah. Sampai sekarang, belum ada gerakan yang mengusik penggunaan istilah tersebut.
Ada lagi istilah lain yang juga kurang tepat. Istilah itu adalah kotak penalti. Sering sekali kita mendengar istilah itu disebut-sebut oleh penyiar televisi dalam pertandingan sepak bola. Tapi, benarkah istilah itu?
Coba kita lihat apa makna kotak di KBBI. Artinya adalah peti kecil tempat perhiasan, barang kecil, dan sebagainya. Artinya, kota itu punya ukuran panjang, lebar, dan tinggi. Sementara yang ada di depan gawang, yang disebut sebagai kotak itu lebih berbentuk dua dimensi. Hanya ada panjang dan lebar.
Mungkin, yang lebih pas kita menyebut dengan area atau petak. Mirip dengan penyebutan petak-petak sawah. ‘Kotak penalti’ kan lebih mirip petak di persawahan dibanding kotak perhiasan, ya kan?
Bagaimana dengan 12 pas? Istilah ini sebenarnya tidak salah. Penyebutan angka 12 itu untuk menyebut jarak lingkaran kecil berwarna putih yang ada di depan gawang. Jaraknya dari garis gawang adalah 12. Tapi, harap diingat, 12 itu bukan dalam meter. Namun, dalam yards, satuan ukur yang jamak digunakan di Inggris. Sementara, bila dipadankan dengan meter, maka jaraknya menjadi 11 meter.(*)
Editor : adi nugroho