Fenomena bermunculan Gadun dan Ani-Ani tidak secara instan dalam persoalan rumah tangga. Gadun dan Ani-Ani menjalin hubungan terlarang setelah mereka merasakan kenyamanan semu. Rasa nyaman itu didapat setelah Gadun dan Ani-Ani saling mengungkapkan curahan hati (curhat). Curhat dengan pasangan yang tidak sah itu menjadi awal pasangan suami istri (pasutri) berkhianat. “Curhat dengan pasangan yang tidak sah itu menjadi pintu masuk orang ketiga atau selingkuh,” ungkap dr. Fendy Hardyanto, Sp.KJ.
Menurut dokter spesialis kejiwaan di RSD Nganjuk ini curhat dengan pasangan yang tidak sah terjadi karena empat kaki dalam sebuah pernikahan tidak sehat. Empat kaki pernikahan itu adalah dijalankan bersama, diupayakan bersama, dipertahankan bersama, dan dinikmati bersama. “Kalau salah satu kaki pernikahan hilang atau patah maka guling saat mengarungi bahtera rumah tangga,” ujarnya.
Dalam perjalanan pernikahan, pasutri memang perlu waktu untuk menyesuaikan. Seringkali tidak berjalan mulus. Saat merasa hubungan tidak sehat, salah satunya berusaha mencari obat untuk menyembuhkan luka di pernikahan itu. Sayang, obat yang dicari sering tidak tepat. Mereka curhat ke pasangan yang tidak sah. Akibatnya, orang ketiga akhirnya masuk dalam pernikahannya.
Selain karena hubungan tidak sehat, ketidakmampuan menerima pasangan seutuhnya juga berdampak pada retaknya keharmonisan rumah tangga. Mulai hilangnya anggapan jika menjadi janda adalah aib membuat perempuan tak lagi malu mengajukan gugat cerai ke pengadilan. Kemudian, kemandirian perempuan atau istri juga menjadi pemicu. Mereka tidak lagi tergantung secara ekonomi kepada suami. Karena kebutuhan sehari-hari bisa dipenuhi sendiri. “Perempuan menjadi tidak takut pernikahannya kandas karena sudah terlatih tidak bergantung pada laki-laki,” papar Fendy.
Padahal, perceraian tidak hanya berdampak secara ekonomi. Anak dari pasutri akan menjadi korban. Secara mental, anak dari keluarga broken home akan terganggu. “Yang jadi korban dalam perceraian adalah anak,” ingat Fendy.
Untuk itu, Fendy berharap, semua pasutri untuk menjaga empat kaki pernikahan. Sehingga, empat kaki pernikahan sehat. “Kalau empat kaki pernikahan sehat maka keharmonisan rumah tangga terjaga,” pungkasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah