Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ini Awal Mula Perselingkuhan Menurut Pakar

Ilmidza Amalia Nadzira • Selasa, 31 Oktober 2023 | 16:35 WIB
Photo
Photo

Fenomena bermunculan Gadun dan Ani-Ani tidak secara instan dalam persoalan rumah tangga. Gadun dan Ani-Ani menjalin hubungan terlarang setelah mereka merasakan kenyamanan semu. Rasa nyaman itu didapat setelah Gadun dan Ani-Ani saling mengungkapkan curahan hati (curhat). Curhat dengan pasangan yang tidak sah itu menjadi awal pasangan suami istri (pasutri) berkhianat. “Curhat dengan pasangan yang tidak sah itu menjadi pintu masuk orang ketiga atau selingkuh,” ungkap dr. Fendy Hardyanto, Sp.KJ.


Menurut dokter spesialis kejiwaan di RSD Nganjuk ini curhat dengan pasangan yang tidak sah terjadi karena empat kaki dalam sebuah pernikahan tidak sehat. Empat kaki pernikahan itu adalah dija­lankan ber­sama, diupa­yakan bersama, dipertahankan bersama, dan di­nikmati bersama. “Kalau salah satu kaki pernikahan hilang atau patah maka guling saat mengarungi bahtera rumah tangga,” ujarnya.


Dalam perjalanan pernikahan, pasutri memang perlu waktu untuk menyesuaikan. Seringkali tidak berjalan mulus. Saat merasa hubungan tidak sehat, salah satunya berusaha mencari obat untuk menyembuhkan luka di pernikahan itu. Sayang, obat yang dicari sering tidak tepat. Mereka curhat ke pasangan yang tidak sah. Akibatnya, orang ketiga akhirnya masuk dalam pernikahannya.


Selain karena hubungan tidak sehat, ketidakmam­puan menerima pasangan seutuh­nya juga berdampak pada retaknya keharmonisan ru­mah tangga. Mulai hilang­nya anggapan jika menjadi janda adalah aib membuat perem­puan tak lagi malu mengajukan gugat cerai ke pengadilan. Kemudian, kemandirian perempuan atau istri juga menjadi pemicu. Mereka tidak lagi tergantung secara ekonomi kepada suami. Karena ke­butuhan sehari-hari bisa dipenuhi sendiri.  “Perem­puan menjadi tidak takut pernikahannya kandas karena sudah terlatih tidak bergantung pada laki-laki,” papar Fendy.


Padahal, perceraian tidak hanya berdampak secara ekonomi. Anak dari pasutri akan menjadi korban. Secara mental, anak dari keluarga broken home akan ter­ganggu. “Yang jadi korban dalam perceraian adalah anak,” ingat Fendy.


Untuk itu, Fendy berharap, semua pasutri untuk menjaga empat kaki pernikahan. Se­hingga, empat kaki pernikahan sehat. “Kalau empat kaki per­nikahan sehat maka kehar­monisan rumah tangga terjaga,” pungkasnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#ahli #pakar #selingkuh