Agar aman, latihan beladiri dilaksanakan di rumah. Meme-panggilan akrab Tutik Setyowati memilih menggunakan jasa pelatih beladiri prifat. Karena tidak bertujuan membuat kedua anaknya sebagai petinju profesional maka latihan dan intensitasnya tidak seberat latihan di sasana. “Hanya untuk jaga diri dari orang jahat,” ujarnya.
Beruntung, M. Davin Sadad Razidan yang masih berusia 13 tahun dan Dinda Najmi Felicia Ramadhani yang berusia 11 tahun ternyata juga suka dengan latihan beoladiri. Mereka antusias berlatih. Pelatihnya adalah Aris Ibnu Khakim. Pukulan jab, uppercut, hook, dan kombinasi dilakukan dengan bertenaga saat latihan tinju.
Saat latihan itu, Meme dan suaminya juga tidak lepas tangan. Mereka selalu mendampingi. Kemudian, ada kamera closed circuit television (CCTV) yang mengawasi latihan tersebut. “Ngeri soalnya banyak kasus pelecehan seksual pada anak,” ujarnya.
Sementara itu, Aris mengatakan, latihan beladiri yang dilakukan Davin dan Dinda hanya bertujuan membela diri dan membuat tubuhnya sehat. Karena sebelum ikut latihan beladiri, mereka terlihat kurang bugar. “Awalnya mereka ini kelihatan ringkih,” ujarnya.
Saat berlatih beladiri, Aris selalu wanti-wanti kepada anak didiknya untuk menggunakan kemampuan beladiri untuk pamer. Apalagi, tawuran. “Jadikan bela diri ini sebagai pilihan terakhir untuk bertahan,” ingatnya.
Terpisah, Davin dan Dinda mengaku mempelajari empat beladiri. Yaitu, tinju, kick boxing, muay thai, dan sanda. “Biar bugar dan jaga diri saja,” ujar Dinda.
Kakak beradik ini sepakat tidak menggunakan ilmu beladiri yang dimilikinya untuk berkelahi atau tawuran. “Kami juga sudah diingatkan tidak boleh ita-itu,” ungkap Dinda.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah