Baik Pejantan FC maupun Puma FC harus mengerahkan segenap kemampuannya. Fisik dan mental harus siap. Karena lawan mereka bukan tim sembarangan. Sehingga, tidak bisa dipandang sebelah mata.
Meski demikian, Daenuri meminta anak-anak Kota Angin tidak minder. Mereka harus tampil maksimal. Karena di turnamen kelompok umur, segala sesuatu masih bisa terjadi. “Peluang lolos dari grup masih terbuka,” ujarnya.
Untuk itu, politisi PKB ini meminta Pejantan FC dan Puma FC tampil mati-matian. Mereka berlaga bukan atas nama klub lagi. Namun, atas nama Kabupaten Nganjuk. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak semangat. Nama baik Kabupaten Nganjuk dipertaruhkan.
Dukungan agar Pejantan FC dan Puma FC berprestasi di Piala Soeratin juga diberikan Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk Tatit Heru Tjahjono. Tatit hadir langsung saat pemberangkatan Pejantan FC dan Puma FC di Stadion Anjuk Ladang kemarin. Sebanyak 48 pemain diboyong ke Banyuwangi. Rinciannya 21 pemain Pejantan FC dan 27 pemain Puma FC. “Semoga anak-anak bisa mengharumkan Kabupaten Nganjuk,” harap Tatit.
Di turnamen nanti, Ketua DPC PDI Perjuangan ini meminta pemain Kota Angin untuk menjunjung tinggi sportivitas. Karena kemenangan bukan tujuan utama dalam pertandingan. Pemain tidak boleh menghalalkan segala cara untuk meraih kemenangan. “Persatuan dan sportivitas itu paling utama,” ujarnya.
Untuk itu, sebelum berangkat, semua pemain dan ofisial wajib mencium bendera Merah Putih. Setelah itu, mereka masuk ke bus dan berangkat ke Banyuwangi. “Bangga sekali anak saya tampil di Piala Soeratin,” ungkap Hariyanto, 32, orang tua Teuku Gheysar.
Hariyanto ingin Kabupaten Nganjuk bisa menjadi juara di Piala Soeratin yang digelar di Banyuwangi. “Semoga bisa berprestasi,” harapnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah