Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kota Angin Masuk Grup Neraka

Anwar Bahar Basalamah • Kamis, 2 Februari 2023 | 18:34 WIB
(Foto: Andhika Attar)
(Foto: Andhika Attar)
NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Pejantan FC dan Puma FC yang mewakili Kabupaten Nganjuk di Piala Soeratin U-13 dan U-15 harus berjuang ekstrakeras. Karena kedua kesebelasan Kota Angin itu berada di grup neraka. Pejantan FC yang turun di U-13 berada di grup E harus berhadapan dengan tuan rumah PSCS FC Banyuwangi. Kemudian, ada  Bima Putra Blitar dan Mitratama FC Lumajang. Sementara itu, di kelompok U-15, Puma FC masuk di grup C bersama dengan Pelindo Surabaya dan Bintang Muda Jombang. “Lawan-lawan yang dihadapi anak-anak adalah tim-tim kuat di Jawa Timur,” ujar Ketua Askab PSSI Kabupaten Nganjuk Nur Daenuri kepada wartawan Jawa Pos Radar Nganjuk kemarin.

Baik Pejantan FC maupun Puma FC harus mengerahkan segenap kemampuannya. Fisik dan mental harus siap. Karena lawan mereka bukan tim sembarangan. Sehingga, tidak bisa dipandang sebelah mata.

Meski demikian, Daenuri meminta anak-anak Kota Angin tidak minder. Mereka harus tampil maksimal. Karena di turnamen kelompok umur, segala sesuatu masih bisa terjadi. “Peluang lolos dari grup masih terbuka,” ujarnya.

Untuk itu, politisi PKB ini meminta Pejantan FC dan Puma FC tampil mati-matian. Mereka berlaga bukan atas nama klub lagi. Namun, atas nama Kabupaten Nganjuk. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak semangat. Nama baik Kabupaten Nganjuk dipertaruhkan.

Dukungan agar Pejantan FC dan Puma FC berprestasi di Piala Soeratin juga diberikan Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk Tatit Heru Tjahjono. Tatit hadir langsung saat pemberangkatan Pejantan FC dan Puma FC di Stadion Anjuk Ladang kemarin. Sebanyak 48 pemain diboyong ke Banyuwangi. Rinciannya 21 pemain Pejantan FC dan 27 pemain Puma FC. “Semoga anak-anak bisa mengharumkan Kabupaten Nganjuk,” harap Tatit.

Di turnamen nanti, Ketua DPC PDI Perjuangan ini meminta pemain Kota Angin untuk menjunjung tinggi sportivitas. Karena kemenangan bukan tujuan utama dalam pertandingan. Pemain tidak boleh menghalalkan segala cara untuk meraih kemenangan. “Persatuan dan sportivitas itu paling utama,” ujarnya.

Untuk itu, sebelum berangkat, semua pemain dan ofisial wajib mencium bendera Merah Putih. Setelah itu, mereka masuk ke bus dan berangkat ke Banyuwangi. “Bangga sekali anak saya tampil di Piala Soeratin,” ungkap Hariyanto, 32, orang tua Teuku Gheysar.

Hariyanto ingin Kabupaten Nganjuk bisa menjadi juara di Piala Soeratin yang digelar di Banyuwangi. “Semoga bisa berprestasi,” harapnya.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#berita nganjuk hari ini #radar nganjuk #berita viral seputar nganjuk #berita nganjuk terkini #berita nganjuk terbaru