Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sehari Tangkap Seribu Ekor Tikus

Anwar Bahar Basalamah • Jumat, 11 November 2022 | 17:18 WIB
SUPPORT PENUH: Bupati Hanindhito Himawan Pramana memberi dukungan penuh untuk pengembangan sektor perikanan di Kabupaten Kediri. (Foto: Dinas Kominfo Kabupaten Kediri For JPRK)
SUPPORT PENUH: Bupati Hanindhito Himawan Pramana memberi dukungan penuh untuk pengembangan sektor perikanan di Kabupaten Kediri. (Foto: Dinas Kominfo Kabupaten Kediri For JPRK)
NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Tikus merajalela di wilayah utara Nganjuk bukan isapan jempol. Kemarin, kelompok tani di Desa Talang berhasil menangkap 6.460 ekor tikus dengan cara gropyokan. Tikus-tikus tersebut ada yang tertangkap setelah lubang tikus diasapi. Setelah pengasapan tersebut, tikus menjadi panik. Kemudian, tikus keluar lubang dan akhirnya berhasil ditangkap. Ada juga yang tertangkap setelah lubangnya dicangkul. Karena petani sudah menunggu untuk menghabisi tikus dengan menggunakan kayu dan bambu. Setelah tikus tewas, buntutnya dipotong dan dikumpulkan. “Sehari rata-rata kami dapat 1.000 ekor tikus dari gropyokan,” ujar Suroto, 64, ketua kelompok tani Desa Talang, Kecamatan Rejoso.

Untuk menangkap 1.000 tikus per hari tersebut tidak hanya dilakukan satu atau dua petani. Namun, anggota kelompok tani di Desa Talang yang ikut gropyokan jumlahnya sekitar 100 orang. Tepatnya, 94 orang. Mereka dibagi menjadi beberapa kelompok. Ada yang satu kelompok beranggotakan lima orang. Ada pula satu kelompok yang anggotanya 10 orang. Mereka akan mulai gropyokan sekitar pukul 06.00 WIB-10.00 WIB. Saat itu, diperkirakan tikus sudah kembali ke lubang persembunyiannya. Sehingga, bisa lebih mudah ditangkap. “Kami harus mengepung tikus untuk menangkapnya,” ujar Suroto.

Photo
Photo
PENGASAPAN: Petani di Desa Talang, Kecamatan Rejoso berburu tikus di sawah kemarin. Tikus saat pagi hari bersembunyi di lubang. (Foto: Karen Wibi)

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Talang Suparlan mengatakan, mendukung lomba gropyokan yang digelar Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk. Karena dengan adanya lomba itu, petani di desanya semakin semangat berburu tikus. “Kami sebenarnya rutin melakukan gropyokan karena tikus di sini sangat banyak,” ujarnya.

Suparlan mengatakan, biasanya gropyokan dilakukan setelah panen padi. Agar tanaman petani tidak rusak terinjak saat petani mengejar tikus. “Setiap mau tanam, kami lakukan gropyokan dulu,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk Muslim Harsoyo mengatakan, Kecamatan Rejoso masuk wilayah utara Nganjuk. Di wilayah utara itulah hama tikus banyak dikeluhkan petani. “Selain Rejoso, daerah utara yang banyak tikusnya ada di Kecamatan Patianrowo, Gondang, Lengkong, dan Jatikalen,” ujarnya.

Muslim berharap, dengan adanya lomba gropyokan, masalah hama tikus bisa teratasi. Sehingga, petani tidak lagi mengeluh tanamannya rusak diserang tikus. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kabar nganjuk viral #nganjuk lagi #nganjuk raya #berita viral #seputar berita nganjuk #hama tikus #nganjuk kota angin #seputar info nganjuk #Gropyokan Tikus #nganjuk hari ini #info nganjuk raya #nganjuk kekinian #nganjuk terkini #tikus #berita hitz #seputar kabar nganjuk #nganjuk terbaru #berita nganjuk kekinian #radar nganjuk