“Biasanya ke sini banyak yang karena penasaran. Buat wisata terus buat foto-foto,” terang Ahmad Taib, 61, warga Dusun Bayeman, Desa Cepoko, Kecamatan Berbek. Menurutnya, beberapa pengunjung ada yang berasal dari Sawahan. Mereka rela datang ke sana lantaran tertarik wefie di jembatan gantung tersebut.
Nida Usnur, 16, warga Desa Margopatut, Kecamatan Sawahan ini mengaku sering ke jembatan tersebut. Tujuannya berjalan-jalan sembari wefie bersama teman-temannya. Hampir setiap pagi, Ia ke sana.
Biasanya, Ia datang selepas salat subuh dan mengaji. Nida sengaja memilih waktu pagi lantaran masih relatif sepi dan cuaca lebih bersahabat. “Bagus kalau pagi hari. Sekalian mencari udara segar,” ungkapnya.
Menurut perempuan yang mondok di salah satu pondok pesantren ini, Jembatan Cepoko merupakan tempat yang menarik. Salah satu alasannya adalah karena keindahan dan sensasi dari jembatan gantung tersebut. Jembatan Cepoko juga dinilainya memiliki nilai seni yang tinggi. Karena ketika difoto, hasilnya dinilai sangat bagus. “Pasti banyak yang tanya fotonya itu di mana,” ujarnya sambil tersenyum. (wib/tyo) Editor : Anwar Bahar Basalamah