Ketik saja jalan Kapten Kasihin di Kabupaten Nganjuk pada aplikasi Google Maps. Pasti akan ditunjukkan dua lokasi dengan nama tersebut. Yaitu, Jalan Kapten Kasihin di Kelurahan Bogo, Kecamatan Nganjuk dan Jalan Kapten Kasihin di Dusun Tawangsari, Desa Kedungombo, Kecamatan Tanjunganom.
Kedua lokasi ini tercatat memiliki jalan bernama Kapten Kasihin. Ada dua landmark di jalan Kapten Kasihin Kelurahan Bogo, Kecamatan Nganjuk. Yaitu SMAN 1 Nganjuk dan Balai Latihan Kerja (BLK) Nganjuk. “Jalan Kapten Kasihin ini untuk mengenang jasa-jasanya,” ujar Kasi Sejarah, Museum dan Kepurbakalaan Disporabudpar Kabupaten Nganjuk Amin Fuadi.
Sementara itu, kondisi berbeda terjadi di Dusun Tawangsari, Desa Kedungombo, Kecamatan Tanjunganom. Meski tercatat di aplikasi Google Maps, namun tidak ada papan nama jalan di sana. Sehingga, tidak banyak orang yang mengetahui nama jalan tersebut.
Namun begitu, penamaan Kapten Kasihin sebagai jalan di dusun tersebut bukan sembarangan. Pasalnya, di jalan itulah diyakini bahwa pria kelahiran Tulungagung tersebut gugur. “Bahkan di sana juga ada prasastinya yang mengisahkan gugurnya Kapten Kasihin,” imbuh Amin.
Sosok Kapten Kasihin begitu dihormati di Kota Angin. Bahkan, Pemda Nganjuk sampai mengabadikan sosok pejuang yang gugur di usia 32 tahun tersebut menjadi sebuah monumen. Tak main-main, letaknya pun berada tepat di tengah Alun-Alun Nganjuk.
Selain karena perjuangan dan sosoknya sebagai tentara angkatan darat (AD), ada hal yang membuat sosok Kapten Kasihin melegenda. Salah satunya adalah kedekatan dan perannya bagi warga Kota Angin. “Beliau menginspirasi dan menanamkan semangat nasionalisme warga Nganjuk untuk melawan penjajah,” ujar Amin. Editor : Anwar Bahar Basalamah