KEDIRI, JP Radar Kediri-Penetapan 1 Syawal tahun ini berpotensi diwarnai perbedaan. Sebagaimana keputusan pimpinan pusat, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Kediri akan merayakan Idul Fitri pada Jumat lusa (20/3).
Demikian pula Pondok Pesantren (Ponpes) Al Falah Ploso yang akan berlebaran lebih awal. Sedangkan Ponpes Lirboyo memilih menunggu keputusan pemerintah.
Ketua PD Muhammadiyah Kota Kediri Achmad Khoirudin mengatakan, Muhammadiyah akan menggelar salat Ied Jumat lusa. “Benar (1 Syawal sudah ditetapkan, Red). Tepatnya Jumat Legi 20 Maret 2026,” ujarnya.
Anggota Muhammadiyah dijadwalkan mengikuti salat Ied di 13 titik di Kota Kediri. Di antaranya di Stadion Brawijaya, Lapangan Burengan, Lapangan Gajah Mada. Kemudian, di halaman Masjid Al Fatah Blabak, halaman parkir GOR Jayabaya, dan beberapa tempat lainnya.
Tak hanya Muhammadiyah, Ponpes Al Falah Ploso di Mojo juga telah mengumumkan 1 Syawal jatuh Jumat lusa. “Untuk awal bulan Syawal 1447 Hijriah jatuh pada hari Jumat Legi, 20 Maret 2026 Masehi,” ungkap Gus Maksum, mufattisy dari Ponpes Ploso.
Dalam unggahan yang ramai dibagikan di media sosial itu, Gus Maksum menyebut penetapan awal Syawal pada Jumat lusa didasarkan pada pertimbangan ijtimak akhir Ramadan pada Kamis (19/3) pukul 19.17.
“Dengan tinggi hilal 05 derajat 12 thabiqah,” lanjutnya.
Sementara itu, jika Ponpes Ploso sudah memastikan lebaran Jumat lusa, Ponpes Lirboyo memilih berpegang pada fiqh mu'tabar dalam menentukan awal Ramadan dan Idul Fitri.
Yakni, menggunakan hisab sebagai landasan perhitungan awal. Serta rukyah sebagai penentu.
Hal tersebut sekaligus jadi acuan pemerintah dalam melaksanakan sidang isbat. Dengan dasar itu, Juru Bicara Ponpes Lirboyo Kiai Abdul Muid Shohib menyebut pihaknya menunggu keputusan pemerintah terkait 1 Syawal.
“Keputusan isbat pemerintah merupakan panduan yang paling membawa kemaslahatan,” ungkap pria yang akrab disapa Gus Muid itu.
Terpisah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri Achmad Faiz mengungkapkan, pemerintah masih menunggu hasil rukyatul hilal atau melihat posisi bulan. Selebihnya, mereka juga menunggu sidang isbat pada Rabu (19/3) ini.
Khusus di Kabupaten Kediri, pemantauan hilal kembali dilakukan di menara MAN 3 Kediri. Hasil rukyat tersebut akan menjadi dasar penetapan resmi pemerintah.
“Untuk pastinya menunggu sidang isbat. Insyaallah besok Rabu 19 Maret ditetapkan setelah rukyatul hilal," jelasnya.
Jika hilal terlihat, menurut Faiz peluang Idul Fitri jatuh pada 20 Maret cukup terbuka. Dengan demikian, perayaan Idul Fitri berpotensi sama dengan Muhammadiyah.
Sebaliknya, jika hilal tak terlihat, bulan Ramadan digenapkan menjadi 30 hari atau istikmal. Artinya, Idul Fitri jatuh pada 21 Maret 2026.
"Namun kepastian masih perlu lihat hilal dulu dan hasilnya akan diisbatkan," jelasnya. (ais/sad/ut)
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Andhika Attar Anindita