JP Radar Kediri - Nama Winda Can lagi-lagi jadi bahan perbincangan di media sosial. Itu setelah muncul potongan video yang dikaitkan dengan dirinya.
Sejak cuplikan itu viral, pencarian dengan kata kunci “link Winda Can botol parfum” melonjak drastis. Dampaknya, berbagai tautan mulai beredar di banyak platform, belum tentu jelas asal-usul dan kebenarannya.
Karena itu, publik diingatkan untuk tidak asal klik link yang belum diketahui sumber maupun keamanannya.
Selain berisiko hoaks, tautan semacam itu juga bisa saja mengarah ke penipuan atau situs berbahaya. Lebih baik tetap bijak dan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Cuplikan tersebut tersebar luas di berbagai platform seperti TikTok dan X. Dalam potongan video yang beredar, terlihat seorang perempuan berada di ruang tertutup menyerupai kamar mandi sambil memegang sebuah botol parfum. Adegan singkat itu langsung memicu beragam spekulasi di kalangan netizen.
Karena video yang beredar hanya berupa potongan singkat tanpa konteks yang utuh, berbagai spekulasi pun bermunculan di kalangan netizen. Banyak yang mencoba menyusun narasi sendiri berdasarkan cuplikan yang belum tentu lengkap.
Sejumlah akun bahkan mengklaim video tersebut tersebar dalam empat bagian dengan durasi masing-masing sekitar dua menit. Ada pula yang menyebut total durasinya mencapai 7 menit 45 detik. Namun hingga kini, klaim-klaim tersebut belum bisa dipastikan kebenarannya.
Isu ini juga sempat dikaitkan dengan sosok perempuan penjual jus yang disebut-sebut berada di kawasan Duren Sawit. Perempuan itu disebut sebagai Winda Can, meski belum ada bukti maupun pernyataan resmi yang mengonfirmasi hal tersebut.
Publik pun diimbau untuk tidak mudah mempercayai atau menyebarkan informasi yang masih sebatas dugaan.
Lonjakan pencarian link video Winda Can ini mengingatkan publik pada pola yang sudah sering terjadi sebelumnya. Biasanya, tautan dengan embel-embel “full video” atau “versi lengkap tanpa sensor” justru dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab sebagai pintu masuk kejahatan digital.
Modusnya beragam. Ada phishing, yakni upaya mencuri data pribadi seperti email, kata sandi, hingga informasi perbankan lewat halaman login palsu yang dibuat mirip aslinya. Ada juga malware, berupa file atau aplikasi berbahaya yang bisa otomatis terunduh saat tautan diklik tanpa disadari pengguna.
Tak jarang pula korban diarahkan ke situs judol (judi online) ilegal dengan iming-iming bisa menonton video secara gratis setelah mendaftar atau mengisi data tertentu.
Karena itu, masyarakat diimbau lebih waspada terhadap tautan sensasional seperti “link full video Winda Can botol parfum”. Alih-alih mendapatkan informasi yang dicari, pengguna justru berisiko kehilangan data pribadi atau terjerat praktik kejahatan siber. Tetap bijak dan jangan mudah tergoda judul yang memancing rasa penasaran.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian