Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Waspada Puncak Musim Hujan! Kenapa Angin Februari Terasa Lebih Brutal dan Suhu Menurun?

Internship Radar Kediri • Minggu, 15 Februari 2026 | 02:00 WIB

Angin kencang
Angin kencang

JP RADAR KEDIRI– Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa hujan akhir-akhir ini terasa lebih ekstrem? Saat mengecek ramalan cuaca, istilah 'Monsun Asia' sering kali muncul sebagai biang keroknya. Namun, apa sebenarnya fenomena ini?

Secara teknis, Monsun Asia adalah pergerakan massa udara besar-besaran dari Benua Asia menuju Australia. Hal ini terjadi karena perbedaan tekanan udara saat matahari berada di belahan bumi selatan. Akibatnya, hujan deras yang kita rasakan bukan sekadar mendung lokal biasa, melainkan 'kiriman' uap air skala raksasa dari belahan bumi utara yang melintasi Indonesia.

Lalu mengapa Februari menjadi puncak keganasan dari Monsun Asia? Menurut data BMKG, pada periode ini, posisi matahari membuat tekanan udara di daratan Asia mencapai titik tertinggi, sehingga dorongan angin ke Indonesia berada di kecepatan maksimal.

Februari sering disertai Cold Surge dari daratan Cina/Siberia. Ini adalah tambahan massa udara dingin yang membuat awan hujan jadi lebih luas dan badai jadi jauh lebih kencang. Fenomena tersebut menjadi alasan mengapa hujan bulan ini sering dibarengi angin kencang yang sanggup merobohkan baliho atau pohon, bukan sekedar gerimis.

Efek dominonya dalam kehidupan sehari-hari yakni, berbeda dengan hujan lokal yang cepat reda, hujan Monsun cenderung awet dari pagi sampai sore karena pasokan uap airnya yang terus-menerus mengalir. Kecepatan angin yang tinggi di jalur terbuka seperti jalan tol atau jembatan juga meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengendara motor karena efek crosswind atau angin samping.

Hujan yang terus-menerus tanpa sinar matahari juga meningkatkan kelembaban udara secara ekstrem, yang memicu pertumbuhan jamur dan penyebaran virus flu lebih cepat.

Sehingga hal-hal yang perlu diperhatikan adalah waspada dengan lokasi berteduh. Struktur yang tidak permanen seperti akar pohon dan baut papan reklame dapat dilemahkan oleh angin Monsun. Selalu update navigasi dengan menggunakan fitur traffic di peta digital karena hujan ini hampir pasti menciptakan genangan baru yang memicu kemacetan total di jalur utama. Last but not least, perlu proteksi ganda dengan sedia dry bag di dalam tas. Di cuaca ekstrem ini, tas yang diklaim waterproof sekalipun bisa rembes jika terkena hujan deras disertai angin kencang berjam-jam.

Pada akhirnya, fenomena Monsun Asia adalah siklus tahunan yang menuntut kesiapan lebih dari masyarakat. Mengingat puncak cuaca ekstrim diprediksi masih akan berlangsung hingga pertengahan Februari, kewaspadaan di jalan raya serta kedisiplinan dalam menjaga kesehatan menjadi kunci utama.

Penulis adalah Arlintang Sekar Phambayun, Mahasiswa Universitas Negeri Malang. Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#BMKG #musim hujan #info terkini #Monsun Asia #cuaca ekstrim #keselamatan