
KEDIRI, JP Radar Kediri - Ungkapan “Nalika susah dengan istri, ketika sukses cari lagi” yang banyak dipakai di media sosial hingga di bodi belakang truk itu sangat pas untuk menggambarkan nasib Yu Minthul. Perempuan sing tinggal di Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri iki merana merga ditinggal bojone sing luwih milih gendakane.
Bukan karena kurang cantik. Tapi merga kalah ‘gatel’ dengan selingkuhane. Peh! ngenes tenan uripe Yu Minthul. "Aku berkenalan dengan Sudrun sejak kuliah. Ngewangi merintis usaha cuci sepatune nganti saiki deweke wes dadi manajer proyek,” ungkap Yu Minthul.
Awalnya, kehidupan Sudrun dan Yu Minthul harmonis. Apik-apik wae. Mereka saling cinta dan support. Terlebih Yu Minthul ada di masa sulit Sudrun.
Saat Sudrun masih merintis usaha cuci sepatu, Yu Minthul sudah lebih dulu bekerja neng perusahaan swasta. Penghasilannya mencapai jutaan rupiah setiap bulannya.
Tentu saja Sudrun jatuh cinta dengan Yu Minthul. Deweke melihat bojone kuwi wes ayu tur pinter golek duwit. “Aku menerima dia apa adanya. Ketika menikah dia juga punya keinginan untuk memperbaiki ekonomi salah satunya mencari pekerjaan lain,” kenang Yu Minthul.
Yu Minthul pun mendukung penuh usaha bojone kuwi. Dia setia menemani proses perjuangan Sudrun mendapatkan pekerjaannya. Mulai dari pemberkasan, tes tulis hingga tes kesehatan.
Perjuangan panjang yang dilalui pun membuahkan hasil. Sudrun dinyatakan diterima menjadi manajer proyek di luar Jawa. Meski sedikit khawatir, Yu Minthul berusaha menerima dengan lapang dada. Asal penghasilan Sudrun bisa bertambah.
Lima tahun pernikahan, Yu Minthul memilih untuk resign. Tujuannya agar bisa ikut Sudrun merantau. Ternyata Sudrun justru melarangnya. Alasannya, dia tidak tega jika istri dan anaknya harus kesusahan.
“Merga selama iki terlalu sibuk bekerja hingga tak memiliki banyak waktu,” papar Yu Minthul.




