Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mengenal Offshore Wind, Potensi Besar dalam Transisi Energi 2050

Internship Radar Kediri • Kamis, 29 Januari 2026 | 04:00 WIB
Offshore Wind
Offshore Wind

JP Radar Kediri– Offshore Wind atau bisa disebut energi angin lepas pantai kini menjadi perbincangan karena menjadi salah satu sumber energi terbarukan yang mulai beredar di beberapa negara dunia. Energi terbarukan ini memiliki potensi yang berharga, terutama bagi negara yang memiliki wilayah perairan yang luas.

Energi angin lepas pantai adalah energi listrik yang berasal dari turbin angin yang dipasang di laut. Angin di laut lebih kencang, stabil, dan konsisten karena tidak ada penghalang seperti di daratan. Dilansir dari GWEC, total kapasitas pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai di seluruh dunia mencapai 83 W, yakni setara dengan energi untuk 73 juta rumah. Bahkan diperkirakan instalasi pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai akan naik dari 8 GW pada tahun 2024 menjadi 34 GW pada tahun 2030. Ini menunjukkan bahwa pertumbuhan pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai berkembang dengan cepat.

Angin lepas pantai dikatakan berharga dilihat dari lokasinya yang dekat dengan pantai, keluaran energi per meter persegi yang tinggi, serta dapat dibangun dengan cepat dan dalam skala gigawatt. Menurut IRENA, dengan potensi besar angin lepas pantai ini memainkan peran yang penting dalam transisi energi menuju tahun 2050.

Meski memiliki potensi yang besar, namun ia juga memiliki tantangan yang besar pula. Mulai dari biaya investasi awal yang tinggi, teknologi dan infrastruktur yang mahal, logistik yang rumit, dan dampaknya terhadap ekosistem laut. Selain itu, angin lepas pantai juga dapat mengakibatkan korosi garam udara, sehingga tetap memerlukan pertimbangan dalam pembangunan angin lepas pantai ini.

Terdapat dua jenis fondasi utama dan kontruksi dari energi angin lepas pantai ini. Yang pertama adalah fixed-bottom , dengan fondasi baja yang dipasang di dasar laut (berlaku bagi laut dangkal). Sedangkan yang kedua adalah floating (terapung), dengan turbin dipasang pada platform terapung yang diikat dengan kabel ke dasar laut (berlaku bagi laut dalam)

Perkembangan angin lepas pantai tidak hanya di Eropa dan China, kini beberapa negara di Asia sudah mulai menyambut energi terbarukan ini. Indonesia memiliki potensi besar untuk angin lepas pantai karena garis pantai yang panjang dan angin laut yang kuat. Namun pengembangannya masih terbatas pada infrastruktur listrik, regulasi ruang laut, dan kebutuhan investasi serta teknologi. Apabila tantangan itu teratasi, angin lepas pantai bisa menjadi sumber listrik untuk pulau terpencil, mendukung target energi terbarukan, dan membuka lapangan kerja.

Angin lepas pantai bukan hanya tren global, tetapi juga solusi energi masa depan. Indonesia memerlukan kesiapan regulasi, infrastruktur, dan investasi agar dapat memanfaatkan energi ini secara optimal.

Penulis adalah Khansa Dhiya Ramadhania, Mahasiswa Universitas Negeri Malang. 

 Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#transisi energi #Energi Angin Lepas Pantai #energi terbarukan #pembangkit listrik #offshore wind #energi angin #transisi energi global