Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Musim Hujan, Perawatan Murai Batu Harus Adaptif. Ini Tips Biar Tetap Gacor dan Fit

Nakula Agi Sada • Rabu, 14 Mei 2025 | 02:05 WIB

 

Murai batu, perlu perawatan khusus saat musim hujan
Murai batu, perlu perawatan khusus saat musim hujan

JP Radar Kediri – Musim hujan memang identik dengan udara dingin, lembap, dan suasana yang bikin malas gerak. Tapi buat para kicau mania, ini justru jadi momen penting dalam menjaga performa burung kesayangan, khususnya murai batu.

Burung yang satu ini dikenal sensitif terhadap perubahan cuaca. Ketika suhu turun dan matahari jarang muncul, murai batu bisa jadi pendiam, kurang aktif, bahkan mudah sakit. Karena itu, perawatan harian harus disesuaikan dengan kondisi musim.

Dirangkum dari beberpa FB kicau mania disimpukan bahwa saat musim hujan, murai murai batu gampang drop bila tanpa perawatan khusus. Itulah sebabnya harus lebih hati-hati. Terutama soal jemur, pakan, dan kebersihan kandang.

Baca Juga: Tips Memilih Anakan Murai Batu Calon Juara

1. Jemur Saat Ada Matahari, Angin-Anginkan Jika Mendung

Ketika cuaca cerah, jangan sia-siakan kesempatan menjemur. Cukup 30–60 menit di tempat yang teduh dari angin kencang atau tetesan air genteng. Saat mendung atau gerimis, cukup diangin-anginkan di teras yang terang tapi tetap kering.

2. Mandi? Lihat Cuaca Dulu!

Mandi sebaiknya hanya dilakukan saat suhu cukup hangat. Bila udara dingin, hindari mandi karena berisiko menyebabkan murai masuk angin. Jika tetap dimandikan, pastikan langsung dikeringkan dengan baik.

3. Extra Fooding (EF) Wajib Konsisten

Pemberian EF seperti jangkrik, kroto, dan ulat hongkong sangat penting di musim hujan untuk menjaga stamina dan birahi. Namun, jumlahnya harus terukur. Jangkrik cukup 5 ekor pagi dan 5 sore. Kroto 2–3 kali seminggu, dan ulat hongkong cukup sedikit karena sifatnya panas. Jangan terlalu banyak, karena bisa over birahi.

4. Jaga Kualitas Voer dan Air Minum

Voer cepat berjamur di musim hujan. Ganti setiap hari dan bersihkan wadahnya secara rutin. Air minum juga wajib diganti minimal dua kali sehari. Gunakan air matang atau air galon untuk meminimalkan risiko bakteri.

Baca Juga: 9 Alasan Mengapa Burung Murai Batu Wajib Dikerodong Sangkarnya

5. Kandang Harus Kering dan Bersih

Musim hujan bikin kotoran cepat basah dan berbau. Bersihkan dasar kandang tiap hari, gunakan alas koran agar mudah diganti. Kandang yang lembap bisa jadi sumber penyakit jamur hingga tungau.

6. Gunakan Kerodong dan Lampu Penghangat Saat Malam

Suhu malam hari yang dingin perlu diantisipasi dengan kerodong tebal atau dobel. Tambahkan lampu bohlam kecil di dekat kandang sebagai sumber kehangatan, terutama jika burung terlihat ngembung atau tidak aktif.

7. Latihan Masteran Tetap Bisa Jalan

Meski tidak digantang di luar, murai tetap bisa dimaster dalam ruangan. Putar suara master dengan volume sedang di tempat yang tenang dan terang agar burung tetap fokus belajar.

8. Waspadai Tanda-Tanda Stres atau Drop

Amati perubahan perilaku burung. Jika mendadak pendiam, bulu ngembang, atau tidak nafsu makan, bisa jadi murai stres karena cuaca. Solusinya: kurangi aktivitas, perbanyak EF, dan jaga suhu kandang tetap hangat.

9. Jangan Dipaksakan Lomba Jika Tidak Siap

Jika murai belum dalam kondisi prima, lebih baik tunda dulu keikutsertaan lomba. Fokus pada pemulihan fisik dan mental lebih penting daripada mengejar gelar saat burung belum siap.

Perawatan yang konsisten di musim hujan akan membuahkan hasil. Dengan adaptasi dan perhatian ekstra, murai batu bisa tetap sehat, aktif, dan gacor meskipun cuaca tidak mendukung.

 

Editor : Jauhar Yohanis
#musim hujan #Kicau Mania Bogor #burung murai batu