Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi Burung Murai Batu Menggembung

Nakula Agi Sada • Jumat, 28 Februari 2025 | 18:48 WIB
Burung Murai Batu yang menggembung.
Burung Murai Batu yang menggembung.

JP Radar Kediri- Burung murai batu, dengan kicauannya yang merdu dan penampilannya yang gagah, memang menjadi primadona di kalangan pecinta burung.

Namun, adakalanya kita mendapati burung kesayangan kita ini terlihat kurang sehat, salah satunya ditandai dengan kondisi badan yang menggembung. Kondisi ini tentu membuat kita khawatir.

Lalu, bagaimana cara mengatasinya?

Ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab burung murai batu menggembungkan badannya. Memahami penyebabnya adalah kunci untuk memberikan penanganan yang tepat.

1. Perubahan suhu yang drastis, terutama suhu dingin, bisa membuat burung menggembungkan bulunya sebagai mekanisme alami untuk mempertahankan panas tubuh. Ini seperti kita memakai jaket tebal saat kedinginan.

2. Berbagai penyakit, mulai dari infeksi pernapasan seperti pilek dan radang tenggorokan, hingga gangguan pencernaan seperti diare, bisa menyebabkan burung terlihat lesu dan menggembung. Penyakit lain seperti infeksi parasit juga bisa menjadi penyebab.

3. Lingkungan yang tidak nyaman, kehadiran hewan lain yang mengganggu, atau perubahan suasana yang mendadak bisa memicu stres pada burung. Stres ini kemudian termanifestasi dalam bentuk perubahan perilaku, termasuk menggembungkan badan.

4. Nutrisi yang tidak seimbang, terutama kekurangan vitamin dan mineral, dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh burung dan membuatnya rentan terhadap penyakit. Akibatnya, burung terlihat lesu dan menggembung.

Langkah Mengatasi Murai Batu Menggembung

1. Pastikan burung berada di tempat yang hangat dan terlindung dari angin kencang. Jika perlu, gunakan lampu penghangat khusus burung untuk menjaga suhu kandang tetap stabil.

2. Perhatikan dengan seksama apakah ada gejala lain yang menyertai kondisi menggembung, seperti lesu, nafsu makan menurun, perubahan pada kotoran, atau kesulitan bernapas. Catat semua gejala ini untuk memudahkan diagnosis oleh dokter hewan.

3. Pastikan pakan yang diberikan memiliki kandungan nutrisi yang lengkap dan seimbang. Variasikan makanan dengan memberikan jangkrik, ulat hongkong, atau buah-buahan sebagai makanan tambahan.

4. Kandang yang kotor menjadi sarang penyakit. Bersihkan kandang secara rutin, ganti alas kandang setiap hari, dan cuci tempat pakan serta minum secara berkala.

5. Ciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman bagi burung. Hindari kebisingan dan gangguan dari hewan lain. Jika ada perubahan lingkungan, lakukan secara bertahap agar burung tidak kaget.

6. Berikan suplemen dan vitamin khusus burung untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya. Konsultasikan dengan dokter hewan atau ahli burung mengenai jenis dan dosis yang tepat.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.   

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #pecinta burung #jawapos #burung murai batu #burung murai