JP RADAR KEDIRI – Istilah "air keras" sering kali muncul dalam pemberitaan terkait kecelakaan kerja maupun tindak kriminalitas.
Namun, tahukah kamu zat kimia apa saja yang terkandung di dalamnya? Secara umum, air keras merujuk pada larutan asam kuat seperti Asam Klorida (HCl) dan Asam Nitrat (HNO3).
Meski memiliki peran vital dalam dunia industri dan kesehatan, penyalahgunaan zat ini dapat berdampak fatal bagi jaringan tubuh manusia.
Apa Itu Asam Klorida (HCl)?
Dilansir dari Halodoc, Asam Klorida atau HCl adalah larutan akuatik dari gas hidrogen klorida yang bersifat asam kuat dan korosif.
Menariknya, HCl diproduksi secara alami oleh lambung manusia (sekitar 2-4 liter per hari) untuk membantu memecah protein dan membunuh mikroorganisme berbahaya dalam makanan.
Namun, dalam konsentrasi tinggi di luar tubuh, HCl digunakan untuk keperluan berat seperti:
- Pembersih Logam (Pickling): Menghilangkan karat pada baja.
- Bahan Baku Industri: Prekursor pembuatan plastik PVC.
- Pengatur pH: Digunakan dalam pengolahan air dan kolam renang.
Baca Juga: Waspada! BPOM Temukan Bahan Kimia Obat di Puluhan Merk Jamu, Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
Mengenal Asam Nitrat (HNO3)
Asam Nitrat adalah cairan yang tidak berwarna namun sangat reaktif dan merupakan oksidator kuat.
Zat ini umumnya digunakan sebagai bahan baku pembuatan pupuk nitrogen serta bahan peledak seperti TNT (trinitrotoluene).
Berbeda dengan asam biasa, Asam Nitrat mampu melarutkan hampir semua logam. Jika terpapar kulit, zat ini meninggalkan bekas luka bakar permanen karena reaksinya yang menghancurkan struktur protein kulit secara instan.
Mengapa Disebut "Air Keras"?
Istilah "air keras" lahir dari sifat korosifnya yang ekstrem. Salah satu campuran yang paling mematikan disebut Aqua Regia (Air Raja), yakni perpaduan Asam Nitrat dan Asam Klorida dengan perbandingan 1:3.
Campuran ini disebut "keras" karena kemampuannya yang luar biasa untuk melarutkan logam yang paling stabil sekalipun, seperti emas dan platina.
Baca Juga: Usir Hama Tanpa Bahan Kimia, Berikut 8 Bumbu Dapur yang Bisa Jadi Pestisida Alami
Bahaya Paparan dan Langkah Pertolongan Pertama
Sifat reaktif dari kedua zat ini menimbulkan risiko kesehatan yang serius, mulai dari luka bakar dalam hingga kerusakan saluran pernapasan. Jika terjadi paparan yang tidak disengaja, sebagaimana dilansir dari Halodoc, segera lakukan langkah berikut:
Guyur Air Mengalir
Segera basuh area yang terkena dengan air mengalir selama minimal 30 menit tanpa henti.
Lepas Atribut
Tanggalkan pakaian atau perhiasan yang terkontaminasi agar zat kimia tidak terus meresap.
Jangan Gunakan Bahan Rumahan
Hindari mengoleskan odol, minyak, atau kecap pada luka bakar karena dapat memicu infeksi hebat dan risiko tetanus.
Segera Medis
Jika uapnya terhirup atau mengenai mata, segera cari pertolongan dokter di IGD untuk mencegah kerusakan permanen pada paru-paru atau penglihatan.
Baca Juga: Ekslusif : Petani Mulai Melepaskan Diri dari Belenggu Pupuk Kimia dan Olah Pupuk Organik
Asam Klorida HCl dan Asam Nitrat adalah senyawa kimia yang memajukan peradaban manusia melalui fungsinya di berbagai industri. Namun, daya rusaknya yang tinggi mengharuskan kita untuk selalu waspada dan memahami protokol keselamatan yang tepat.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Andhika Attar Anindita