JP Radar Kediri- Tidak terasa sebentar lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadan nih! Kalo ngomongin soal Ramadan, pasti identik dengan sahur. Kamu tim bangun sahur atau tim bangun-bangun sudah mendengar suara adzan Subuh alias kebablasan?
Secara fisiologis, sahur merupakan kunci utama stabilitas tubuh saat berpuasa. Sahur merupakan cara tubuh “ngisi bensin” supaya otak tidak lemot di jam kantor.
Baca Juga: Puasa Ramadhan 2026 Mulai Kapan? Ini Prediksi Kalender Hijriah Versi Kemenag, NU, dan Muhammadiyah
Sahur berfungsi menjaga kadar glukosa darah dalam rentang normal. Tanpa sahur, tubuh akan mengalami kondisi hipoglikemia (gula darah rendah) lebih awal. Hal ini menyebabkan otak kekurangan bahan bakar utama, yang kemudian memicu penurunan konsentrasi, sakit kepala, hingga emosi yang tidak stabil di siang hari.
Selain itu, tim yang bangun sahur lebih unggul dalam hal hidrasi. Studi yang diterbitkan oleh European Journal of Clinical Nutrition menekankan bahwa asupan cairan di saat fajar sangat penting untuk menjaga volume plasma darah. Tim yang kebablasan cenderung mengalami dehidrasi lebih cepat. Hal ini mengakibatkan jantung bekerja lebih berat dan tubuh jadi cepat lelah.
Baca Juga: Benarkah Tidur Sehabis Sahur Bisa Bikin Gemuk? Simak Penjelasannya
Supaya nggak gampang lapar, fokuslah ke protein dan air putih saat sahur, bukan hanya nasi. Pakar Gizi IPB University, Prof. Hardinsyah, menyatakan bahwa makanan yang perlu dibatasi saat sahur adalah makanan yang terlalu kering, berminyak atau berlemak, dan makanan yang berpotensi membuat perut tidak nyaman.
Makanan seperti telur, kacang-kacangan, atau sayuran memperlambat proses pencernaan sehingga rasa kenyang akan bertahan hingga 6 sampai 8 jam. Gunakan rumus 2-4-2 (2 gelas saat berbuka, 4 gelas saat malam hari, dan 2 gelas saat sahur) untuk hidrasi maksimal.
Baca Juga: Sahur Cepat & Bergizi! 3 Kreasi Pisang Enak yang Bikin Kenyang Seharian
Meskipun puasa tetap sah tanpa sahur, tim sahur memiliki ketahanan fisik dan mental yang jauh lebih baik secara medis. Jadi, masih mau pilih jadi tim kebablasan?
Penulis adalah Dita Citra Oktaviana, Mahasiswa Universitas Negeri Malang. Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian